Decorative Leaves Header Left
Decorative Islamic Element Header

Portal Hadits Digital & Ensiklopedia Sunnah 9 Kitab

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Portal Hadits Digital & Ensiklopedia Sunnah 9 Kitab - SAIRA 54 PERSEN ISLAM

SAIRA 54 PERSEN ISLAM

Pusat Khazanah Sunnah & Hadits Digital

KUTUBUT TIS'AH & 100 HADITS PILIHAN SHAHIH

Portal Hadits Digital & Ensiklopedia Sunnah

Akses komprehensif mutiara sabda Rasulullah ﷺ dalam satu pintu portal. Pelajari 100 Hadits Pilihan Fundamental (Arbain & Tematik) untuk amalan harian, atau telusuri khazanah 9 Kitab Induk (38.000+ Hadits). Dilengkapi audio fasih tartil, terjemahan resmi, takhrij sanad, bookmark favorit, dan WhatsApp share.

100 Hadits
Pilihan Fundamental Harian
9 Kitab
Kutubut Tis'ah Perawi Induk
38.000+
Hadits Terkoneksi API
100% Suara
Audio Lafadz Arab & Terjemah

Daftar Isi 100 Hadits Pilihan

100 Hadits Lengkap & Terverifikasi
01

Segala Amal Tergantung Niatnya

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

"Innamal a'maalu bin niyyaat, wa innamaa likullimri'in maa nawaa."

Artinya: "Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan."

Referensi: HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907
02

Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

"Min husni islaamil mar'i tarkuhu maa laa ya'niihi."

Artinya: "Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 2317 dan Ibnu Majah no. 3976
03

Menahan Marah (Surga Bagimu)

لَا تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ

"Laa taghdhob walakal jannah."

Artinya: "Janganlah engkau marah, maka bagimu surga."

Referensi: HR. Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Awsath (Shahih)
04

Kebersihan Sebagian dari Iman

الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ

"At-thuhuuru syathrul iimaan."

Artinya: "Bersuci (kebersihan) itu adalah sebagian dari iman."

Referensi: HR. Muslim no. 223
05

Berkata Baik atau Diam

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

"Man kaana yu'minu billaahi wal yaumil aakhiri falyakul khairan au liyashmut."

Artinya: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."

Referensi: HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47
06

Pentingnya Kasih Sayang

مَنْ لاَ يَرْحَمْ لاَ يُرْحَمْ

"Man laa yarham laa yurham."

Artinya: "Barangsiapa yang tidak menyayangi, niscaya tidak akan disayangi."

Referensi: HR. Bukhari no. 5997 dan Muslim no. 2318
07

Senyum Adalah Sedekah

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

"Tabassumuka fii wajhi akhiika shodaqoh."

Artinya: "Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah bernilai sedekah bagimu."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 1956
08

Kewajiban Menuntut Ilmu

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

"Tholabul 'ilmi fariidhotun 'alaa kulli muslim."

Artinya: "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim."

Referensi: HR. Ibnu Majah no. 224 (Dishahihkan Al-Albani)
09

Ridha Allah & Orang Tua

رِضَا الرَّبِّ فِى رِضَا الْوَالِدَيْنِ

"Ridhor-robbi fii ridhol waalidain."

Artinya: "Ridha Allah terdapat pada ridha kedua orang tua (dan murka Allah terdapat pada murka kedua orang tua)."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 1899
10

Agama Adalah Nasihat

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ

"Ad-diinu an-nasiihah."

Artinya: "Agama adalah nasihat." (Para sahabat bertanya: "Untuk siapa?". Beliau bersabda: "Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan masyarakat awam").

Referensi: HR. Muslim no. 55
11

Mencintai Sesama Saudara Muslim

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

"Laa yu'minu ahadukum hattaa yuhibba li-akhiihi maa yuhibbu linafsih."

Artinya: "Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri."

Referensi: HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45
12

Malu Adalah Sebagian dari Iman

الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

"Al-hayaa'u syu'batun minal iimaan."

Artinya: "Rasa malu itu adalah salah satu cabang dari keimanan."

Referensi: HR. Bukhari no. 9 dan Muslim no. 35
13

Memuliakan Tamu dan Tetangga

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

"Man kaana yu'minu billaahi wal yaumil aakhiri falyukrim jaaroh, wa man kaana yu'minu billaahi wal yaumil aakhiri falyukrim dhoifah."

Artinya: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya."

Referensi: HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47
14

Tangan di Atas Lebih Baik (Keutamaan Sedekah)

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى

"Al-yadul 'ulyaa khoirun minal yadis suflaa."

Artinya: "Tangan yang di atas (memberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (meminta-minta)."

Referensi: HR. Bukhari no. 1429 dan Muslim no. 1033
15

Mukmin yang Kuat Lebih Dicintai Allah

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ

"Al-mu'minul qowiyyu khoirun wa ahabbu ilallaahi minal mu'minidh dho'iif, wa fii kullin khoir."

Artinya: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, namun pada masing-masing ada kebaikan."

Referensi: HR. Muslim no. 2664
16

Pahala Menunjukkan Kebaikan

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Man dalla 'alaa khoirin falahuu mitslu ajri faa'ilih."

Artinya: "Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya."

Referensi: HR. Muslim no. 1893
17

Dunia Adalah Penjara Bagi Orang Mukmin

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

"Ad-dunyaa sijnul mu'mini wa jannatul kaafir."

Artinya: "Dunia ini adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir."

Referensi: HR. Muslim no. 2956
18

Larangan Memutus Tali Silaturahmi

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ

"Laa yadkhulul jannata qoothi'u rohim."

Artinya: "Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan silaturahmi (kekeluargaan)."

Referensi: HR. Bukhari no. 5984 dan Muslim no. 2556
19

Amalan yang Paling Dicintai Allah (Istiqomah)

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

"Ahabbul a'maali ilallaahi adwamuhaa wa in qolla."

Artinya: "Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang rutin dikerjakan terus-menerus meskipun sedikit."

Referensi: HR. Bukhari no. 6464 dan Muslim no. 783
20

Bertakwalah di Mana Pun Berada & Berakhlak Mulia

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

"Ittaqillaaha haitsumaa kunta, wa atbi'is sayyi'atal hasanata tamhuhaa, wa khooliqin naasa bikhuluqin hasan."

Artinya: "Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, dan iringilah keburukan dengan perbuatan baik niscaya ia akan menghapusnya, serta bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlak yang mulia."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 1987 (Hadits Hasan)
21

Tinggalkan yang Meragukan (Wara')

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ

"Da' maa yariibuka ilaa maa laa yariibuk."

Artinya: "Tinggalkanlah apa yang meragukanmu menuju apa yang tidak meragukanmu."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 2518 dan An-Nasa'i no. 5711 (Shahih)
22

Enam Hak Sesama Muslim

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَشَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

"Haqqul muslimi 'alal muslimi sitt: idzaa laqiitahu fasallim 'alaih, wa idzaa da'aaka fa-ajibh, wa idzastan-shohaka fanshoh lah, wa idzaa 'athosa fahamidallaaha fasyammith, wa idzaa maridho fa'udh, wa idzaa maata fattabi'h."

Artinya: "Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam: jika bertemu ucapkanlah salam, jika diundang penuhilah, jika meminta nasihat berilah nasihat, jika bersin lalu memuji Allah doakanlah dia, jika sakit jenguklah, dan jika meninggal antarkanlah jenazahnya."

Referensi: HR. Muslim no. 2162
23

Tiga Tanda Orang Munafik

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

"Aayatul munaafiqi tsalaats: idzaa haddatsa kadzaba, wa idzaa wa'ada akhlafa, wa idza'tumina khoon."

Artinya: "Tanda orang munafik itu ada tiga: apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia mengingkari, dan apabila dipercaya dia berkhianat."

Referensi: HR. Bukhari no. 33 dan Muslim no. 59
24

Belajar dan Mengajarkan Al-Qur'an

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

"Khoirukum man ta'allamal Qur'aana wa 'allamah."

Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."

Referensi: HR. Bukhari no. 5027
25

Larangan Saling Mendengki dan Membenci

لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

"Laa tahaasaduu, wa laa tanaajasyuu, wa laa tabaaghodhou, wa laa tadaabarou, wa kuunuu 'ibaadallaahi ikhwaanaa."

Artinya: "Janganlah kalian saling mendengki, jangan saling menipu dalam jual beli, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara."

Referensi: HR. Muslim no. 2564
26

Permudahlah dan Beri Kabar Gembira

يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا

"Yassiruu wa laa tu'assiruu, wa basysyiruu wa laa tunaffiruu."

Artinya: "Permudahlah dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari menjauh."

Referensi: HR. Bukhari no. 69 dan Muslim no. 1734
27

Doa Adalah Inti Ibadah

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

"Ad-du'aa-u huwal 'ibaadah."

Artinya: "Doa itu adalah ibadah."

Referensi: HR. Abu Daud no. 1479 dan Tirmidzi no. 2969 (Shahih)
28

Menyaring Berita dan Menjaga Lisan

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

"Kafaa bil mar'i kadziban an yuhadditsa bikulli maa sami'."

Artinya: "Cukuplah seseorang dianggap berdusta apabila dia menceritakan setiap apa yang dia dengar (tanpa memastikan kebenarannya)."

Referensi: HR. Muslim no. 5
29

Sebarkan Salam, Berbagi Makan, & Shalat Malam

أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

"Afsyus salaam, wa ath'imut tho'aam, wa shilul arhaam, wa sholluu bil laili wan naasu niyaam, tadkhulul jannata bisalaam."

Artinya: "Sebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, dan shalatlah di malam hari ketika manusia sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 2485 dan Ibnu Majah no. 3251 (Shahih)
30

Allah Menolong Hamba yang Menolong Saudaranya

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

"Wallaahu fii 'awnil 'abdi maa kaanal 'abdu fii 'awni akhiih."

Artinya: "Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu suka menolong saudaranya."

Referensi: HR. Muslim no. 2699
31

Keutamaan Zuhud di Dunia

ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ، وَازْهَدْ فِيمَا فِي أَيْدِي النَّاسِ يُحِبَّكَ النَّاسُ

"Izhad fid dunyaa yuhibbakallaah, wazhad fiimaa fii aydin naasi yuhibbakan naas."

Artinya: "Zuhudlah terhadap dunia niscaya Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah terhadap apa yang ada di tangan manusia niscaya manusia akan mencintaimu."

Referensi: HR. Ibnu Majah no. 4102 (Dishahihkan Al-Albani)
32

Larangan Menyakiti dan Mengganggu Tetangga

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

"Laa yadkhulul jannata man laa ya'manu jaaruhu bawaa'iqoh."

Artinya: "Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan dan gangguannya."

Referensi: HR. Muslim no. 46
33

Keutamaan Menutup Aib Saudara Muslim

مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

"Man sataro musliman satarahullaahu fid dunyaa wal aakhirah."

Artinya: "Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat."

Referensi: HR. Muslim no. 2699
34

Jauhilah Perbuatan Zhalim

اتَّقُوا الظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Ittaqudh dhulm, fa-innadh dhulma dhulumaatun yaumal qiyaamah."

Artinya: "Jauhilah perbuatan zhalim, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan yang berlapis-lapis pada hari kiamat."

Referensi: HR. Muslim no. 2578
35

Taubat yang Tulus Menghapus Dosa

التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ

"At-taa'ibu minadz dzanbi kaman laa dzanba lah."

Artinya: "Orang yang bertaubat dari dosa itu bagaikan orang yang tidak memiliki dosa sama sekali."

Referensi: HR. Ibnu Majah no. 4250 (Dishahihkan Al-Albani)
36

Keutamaan Bersikap Jujur

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ

"'Alaikum bis-shidqi, fa-innas shidqo yahdii ilal birri, wa innal birro yahdii ilal jannah."

Artinya: "Hendaklah kalian senantiasa bersikap jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan itu membimbing ke surga."

Referensi: HR. Bukhari no. 6094 dan Muslim no. 2607
37

Dua Kalimat Dzikir yang Dicintai Allah

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

"Kalimataani khofiifataani 'alal lisaan, tsaqiilataani fil miizaan, habiibataani ilar-rohmaan: Subhaanallaahi wa bihamdih, Subhaanallaahil 'Azhiim."

Artinya: "Dua kalimat yang ringan diucapkan lisan, berat di timbangan pahala, dan dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih: Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil 'Azhim."

Referensi: HR. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694
38

Pahala Membangun Masjid Karena Allah

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

"Man banaa masjidan lillaahi banallaahu lahuu fil jannati mitslah."

Artinya: "Barangsiapa membangun masjid karena mengharap keridhaan Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah yang semisal di surga."

Referensi: HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533
39

Menyingkirkan Duri dan Gangguan di Jalan

إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ

"Imaathotul adzaa 'anit thoriiqi shodaqoh."

Artinya: "Menyingkirkan duri atau gangguan dari jalan adalah bernilai sedekah."

Referensi: HR. Bukhari no. 2989 dan Muslim no. 1009
40

Tiga Amal Jariyah yang Pahalanya Mengalir Abadi

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

"Idzaa maata-bnu Aadaman qotho'a 'amaluhuu illaa min tsalaats: shodaqotin jaariyah, aw 'ilmin yuntafa'u bih, aw waladin shoolihin yad'uu lah."

Artinya: "Jika anak Adam (manusia) meninggal dunia, terputuslah semua amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang senantiasa mendoakannya."

Referensi: HR. Muslim no. 1631
41

Shalat Adalah Tiang Agama

الصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّينِ، فَمَنْ أَقَامَهَا فَقَدْ أَقَامَ الدِّينَ، وَمَنْ هَدَمَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدِّينَ

"As-sholaatu 'imaadud diin, faman aqoomahaa faqod aqoomad diin, wa man hadamahaa faqod hadamad diin."

Artinya: "Shalat itu adalah tiang agama. Barangsiapa yang mendirikannya, maka sungguh ia telah menegakkan agama, dan barangsiapa yang meninggalkannya, maka sungguh ia telah meruntuhkan agama."

Referensi: HR. Baihaqi dan Tirmidzi no. 2616 (Hasan Shahih)
42

Kunci Pembuka Pintu Surga

مِفْتَاحُ الْجَنَّةِ الصَّلَاةُ، وَمِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ

"Miftaahul jannatis sholaah, wa miftaahus sholaatit thuhuur."

Artinya: "Kunci surga adalah shalat, dan kunci shalat adalah bersuci (wudhu)."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 4 dan Ahmad no. 14662 (Shahih)
43

Keutamaan Shalat Berjamaah 27 Derajat

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

"Sholaatul jamaa'ati tafdhulu sholaatal fadz-dzi bisab'in wa 'isyriina darajah."

Artinya: "Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan kelipatan dua puluh tujuh derajat."

Referensi: HR. Bukhari no. 645 dan Muslim no. 650
44

Batas Pembeda Antara Mukmin dan Kekafiran

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ

"Bainar rojuli wa bainas syirki wal kufri tarkus sholaah."

Artinya: "Batas pemisah antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat."

Referensi: HR. Muslim no. 82
45

Perumpamaan Shalat Lima Waktu

مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ كَمَثَلِ نَهْرٍ جَارٍ غَمْرٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ

"Matsalus sholawaatil khamsi kamatsali nahrin jaarin ghomrin 'alaa baabi ahadikum yaghtasilu minhu kulla yaumin khamsa marroot."

Artinya: "Perumpamaan shalat lima waktu adalah seperti sungai deras yang mengalir di depan pintu salah seorang di antara kalian, di mana ia mandi di dalamnya lima kali setiap hari (sehingga tidak ada kotoran tersisa)."

Referensi: HR. Muslim no. 667
46

Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar (Al-Bardain)

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

"Man shollal bardaini dakholal jannah."

Artinya: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat pada dua waktu yang dingin (yaitu Subuh dan Ashar), maka ia akan masuk surga."

Referensi: HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635
47

Sedekah Memadamkan Murka Allah

إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ

"Innas shodaqota latuth-fi'u ghodhobor-robbi wa tadfa'u miitatas suu'."

Artinya: "Sesungguhnya sedekah itu dapat memadamkan murka Allah dan menolak kematian yang buruk (su'ul khatimah)."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 664 (Hasan)
48

Sedekah Tidak Mengurangi Harta

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا

"Maa naqoshot shodaqotun min maalin, wa maa zaadallaahu 'abdan bi'afwin illaa 'izzaa."

Artinya: "Harta tidak akan berkurang karena sedekah, dan Allah tidak menambah bagi seorang hamba yang pemaaf melainkan kemuliaan."

Referensi: HR. Muslim no. 2588
49

Naungan di Padang Mahsyar Adalah Sedekah

كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ

"Kullum-ri'in fii zhilli shodaqotihii hattaa yufshola bainan naas."

Artinya: "Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya sampai perkaranya diputuskan di antara manusia di hari kiamat."

Referensi: HR. Ahmad no. 17333 dan Ibnu Hibban (Shahih)
50

Menyantuni Anak Yatim Bersama Nabi di Surga

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

"Anaa wa kaafilul yatiimi fil jannati haakadzaa, wa asyaara bis-sabbaabati wal wusthoo."

Artinya: "Aku dan orang yang menanggung (menyantuni) anak yatim kedudukannya di surga seperti ini, seraya beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya."

Referensi: HR. Bukhari no. 5304
51

Puasa Adalah Benteng Perisai

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ

"As-shiyaamu junnah, falaa yarfuts wa laa yajhal."

Artinya: "Puasa itu adalah perisai (benteng dari api neraka), maka janganlah berkata kotor dan jangan berbuat bodoh (bertengkar)."

Referensi: HR. Bukhari no. 1894 dan Muslim no. 1151
52

Dua Kegembiraan Bagi Orang Berpuasa

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

"Lish-shoo'imi farhataani: farhatun 'inda fithrih, wa farhatun 'inda liqoo'i robbih."

Artinya: "Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan saat berbuka puasa, dan kebahagiaan saat bertemu dengan Tuhannya kelak."

Referensi: HR. Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151
53

Keharuman Bau Mulut Orang Berpuasa

لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

"Lakholuufu famis shoo'imi ath-yabu 'indallaahi min riihil misk."

Artinya: "Sungguh aroma mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi."

Referensi: HR. Bukhari no. 1894 dan Muslim no. 1151
54

Pintu Khusus Surga Ar-Rayyan

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Inna fil jannati baaban yuqoolu lahur-royyaan, yadkhulu minhush shoo'imuuna yaumal qiyaamah."

Artinya: "Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan, yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang gemar berpuasa pada hari kiamat kelak."

Referensi: HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152
55

Pahala Memberi Buka Puasa

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

"Man fath-thoro shoo'iman kaana lahuu mitslu ajrih, ghoiro annahuu laa yanqushu min ajrish shoo'imi syai'aa."

Artinya: "Barangsiapa memberi makan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti pahala orang berpuasa itu tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 807 dan Ibnu Majah no. 1746 (Shahih)
56

Balasan Bagi Haji Mabrur

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

"Al-hajjul mabruuru laisa lahuu jazaa'un illal jannah."

Artinya: "Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya yang sebanding melainkan surga."

Referensi: HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349
57

Menuntut Ilmu Dimudahkan Jalan Menuju Surga

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

"Man salaka thoriiqon yaltamisu fiihi 'ilman sahhalallaahu lahuu bihii thoriiqon ilal jannah."

Artinya: "Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."

Referensi: HR. Muslim no. 2699
58

Para Ulama Adalah Pewaris Nabi

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، وَإِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ

"Innal 'ulamaa-a warotsatul anbiyaa', wa innal anbiyaa-a lam yuwar-ritsuu diinaaron wa laa dirhamaa, wa innamaa war-rotsul 'ilm."

Artinya: "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Dan para nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, melainkan mereka mewariskan ilmu."

Referensi: HR. Abu Daud no. 3641 dan Tirmidzi no. 2682 (Shahih)
59

Sebaik-Baik Manusia Bermanfaat Bagi Orang Lain

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

"Khoirun naasi anfa'uhum lin-naas."

Artinya: "Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesama manusia."

Referensi: HR. Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Awsath (Hasan)
60

Orang Mukmin Adalah Cermin Saudaranya

الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ أَخِيهِ، وَالْمُؤْمِنُ أَخُو الْمُؤْمِنِ يَكُفُّ عَلَيْهِ ضَيْعَتَهُ

"Al-mu'minu mir'aatu akhiih, wal mu'minu akhul mu'mini yakuffu 'alaihi dhoi'atah."

Artinya: "Orang mukmin itu adalah cermin bagi saudaranya yang mukmin, dan seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin lainnya yang menjaga keselamatannya."

Referensi: HR. Abu Daud no. 4918 (Hasan)
61

Persaudaraan Kaum Mukmin Bagaikan Satu Tubuh

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

"Matsalul mu'miniina fii tawaaddihim wa taraahumihim wa ta'aathufihim matsalul jasad, idzasy-takaa minhu 'udh-wun tadaa'aa lahuu saa'irul jasadi bis-sahari wal hummaa."

Artinya: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasa sakit dan tidak bisa tidur."

Referensi: HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586
62

Orang yang Bangkrut di Hari Kiamat (Al-Muflis)

الْمُفْلِسُ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا

"Al-muflisu min ummatii man ya'tii yaumal qiyaamati bisholaatin wa shiyaamin wa zakaatin, wa ya'tii qod syatama haadzaa wa qodzafa haadzaa."

Artinya: "Orang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, namun ia juga pernah mencela orang lain, menuduh, dan menzalimi orang lain (sehingga pahalanya habis diambil)."

Referensi: HR. Muslim no. 2581
63

Menghilangkan Kesusahan Saudara di Dunia

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

"Man naffasa 'an mu'minin kurbatan min kurobid dunyaa, naffasallaahu 'anhu kurbatan min kurobi yaumil qiyaamah."

Artinya: "Barangsiapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin di dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat."

Referensi: HR. Muslim no. 2699
64

Larangan Berduaan (Khalwat) Tanpa Mahram

لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ

"Laa yakhluwanna rojulun bimro'atin illaa wa ma'ahaa dzuu mahrom."

Artinya: "Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya."

Referensi: HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341
65

Haramnya Menggunjing (Ghibah)

الْغِيبَةُ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ

"Al-ghiibatu: dzikruka akhaaka bimaa yakroh."

Artinya: "Ghibah adalah engkau membicarakan tentang saudaramu hal-hal yang dia benci (apabila ia mendengarnya)."

Referensi: HR. Muslim no. 2589
66

Larangan Mengadu Domba (Namimah)

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

"Laa yadkhulul jannata nammaam."

Artinya: "Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba (menyebarkan fitnah antar sesama)."

Referensi: HR. Bukhari no. 6056 dan Muslim no. 105
67

Larangan Bersumpah Selain Atas Nama Allah

مَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ أَوْ لِيَصْمُتْ

"Man kaana haalifan fal-yahlif billaahi au liyashmut."

Artinya: "Barangsiapa hendak bersumpah, hendaklah ia bersumpah atas nama Allah atau lebih baik diam."

Referensi: HR. Bukhari no. 2679 dan Muslim no. 1646
68

Sayangilah Makhluk di Bumi

ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

"Irhamuu man fil ardhi yarhamkum man fis samaa'."

Artinya: "Sayangilah siapa pun yang ada di bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh Dzat Yang Maha Kuasa di langit."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 1924 (Shahih)
69

Keutamaan Berbakti Kepada Ibu Tiga Kali Lipat

أُمَّكَ، ثُمَّ أُمَّكَ، ثُمَّ أُمَّكَ، ثُمَّ أَبَاكَ

"Ummaka, tsumma ummaka, tsumma ummaka, tsumma abaak."

Artinya: "Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, barulah kemudian ayahmu (ketika ditanya siapa orang yang paling berhak diperlakukan dengan baik)."

Referensi: HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548
70

Surga Berada di Bawah Keridhaan Ibu

الْزَمْ رِجْلَهَا فَثَمَّ الْجَنَّةُ

"Ilzam rij-lahaa fatstammal jannah."

Artinya: "Tetaplah engkau berbakti melayani kedua kakinya (ibumu), karena sesungguhnya di sanalah terdapat surga."

Referensi: HR. An-Nasa'i no. 3104 dan Ahmad (Hasan Shahih)
71

Tiga Dosa Paling Besar (Syirik, Durhaka, Sumpah Palsu)

الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَشَهَادَةُ الزُّورِ

"Al-isyraaku billaah, wa 'uquuqul waalidain, wa syahaadatuz zuur."

Artinya: "Dosa-dosa paling besar adalah: menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan bersaksi palsu (berkata dusta)."

Referensi: HR. Bukhari no. 2654 dan Muslim no. 87
72

Kesabaran Sejati Pada Hentakan Pertama

إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى

"Innamas shobru 'indash shodmatil uulaa."

Artinya: "Sesungguhnya kesabaran yang sempurna itu adalah pada saat pertama kali musibah melanda."

Referensi: HR. Bukhari no. 1283 dan Muslim no. 926
73

Kagum Terhadap Seluruh Urusan Orang Beriman

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

" 'Ajaban li-amril mu'mini inna amrohuu kullahuu khoir: in ashobat-hu sarroo'u syakara fakaana khoiron lah, wa in ashobat-hu dhorroo'u shobaro fakaana khoiron lah."

Artinya: "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin! Semua perkaranya adalah baik: jika mendapat kelapangan ia bersyukur maka itu baik baginya, dan jika ditimpa musibah ia bersabar maka itu pun baik baginya."

Referensi: HR. Muslim no. 2999
74

Besarnya Pahala Sesuai Beratnya Ujian

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ

"Inna 'izhomal jazaa'i ma'a 'izhomil balaa', wa innallaaha idzaa ahabba qouman ibtalaahum."

Artinya: "Sesungguhnya besarnya pahala berbanding lurus dengan beratnya cobaan. Dan sungguh jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 2396 dan Ibnu Majah (Hasan)
75

Penyakit Menggugurkan Dosa-Dosa

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ وَلَا أَذًى... إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

"Maa yushiibul muslima min nashobin wa laa washobin wa laa hammin wa laa hazanin wa laa adzan... illaa kaffarallaahu bihaa min khothooyaah."

Artinya: "Tidaklah menimpa seorang muslim rasa letih, sakit, gundah, sedih, maupun duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya karenanya."

Referensi: HR. Bukhari no. 5641 dan Muslim no. 2573
76

Dzikir yang Paling Utama

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ

"Afdholudz dzikri Laa ilaaha illallaah, wa afdholud du'aa-il Hamdu lillaah."

Artinya: "Sebaik-baik dzikir adalah Laa ilaaha illallah, dan sebaik-baik doa adalah Alhamdulillah."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 3383 dan Ibnu Majah (Hasan)
77

Anjuran Memperbanyak Shalawat di Hari Jumat

أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

"Aktsiruu 'alayya minas sholaati yaumal Jumu'ati wa lailatal Jumu'ah, faman shollaa 'alayya sholaatan shollallaahu 'alaihi 'asyraa."

Artinya: "Perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat, barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali."

Referensi: HR. Baihaqi dan Abu Daud no. 1047 (Shahih)
78

Pahala Bershalawat Satu Kali Dibalas Sepuluh Kebaikan

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

"Man shollaa 'alayya sholaatan shollallaahu 'alaihi bihaa 'asyraa."

Artinya: "Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat (memberikan rahmat) kepadanya sepuluh kali."

Referensi: HR. Muslim no. 408
79

Sayyidul Istighfar (Rajanya Doa Memohon Ampunan)

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ

"Allaahumma Anta Robbii laa ilaaha illaa Anta kholaqtanii wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatho'tu."

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada sesembahan selain Engkau. Engkaulah yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku berpegang teguh pada janji-Mu semampuku."

Referensi: HR. Bukhari no. 6306
80

Keutamaan Istiqomah Membaca Istighfar

مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

"Man lazimal istighfaaro ja'alallaahu lahuu min kulli dhyiqin makhrojaa, wa min kulli hammin farojaa, wa rozaqohuu min haitsu laa yahtasib."

Artinya: "Barangsiapa yang membiasakan istighfar, Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesedihan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."

Referensi: HR. Abu Daud no. 1518 dan Ibnu Majah
81

Doa Memohon Pengampunan dan Keselamatan (Afiyah)

سَلُوا اللَّهَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، فَإِنَّ أَحَدًا لَمْ يُعْطَ بَعْدَ الْيَقِينِ خَيْرًا مِنَ الْعَافِيَةِ

"Saluullaahal 'afwa wal 'aafiyah, fa-inna ahadan lam yu'tho ba'dal yaqiini khoiron minal 'aafiyah."

Artinya: "Mohonlah kepada Allah ampunan dan keselamatan ('afiyah), karena sesungguhnya tidak ada nikmat yang diberikan kepada seseorang setelah keimanan yang lebih baik daripada keselamatan."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 3558 dan Ahmad (Shahih)
82

Doa Berlindung dari Empat Perkara Sia-sia

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

"Allaahumma innii a'uudzu bika min 'ilmin laa yanfa', wa min qolbin laa yakhsya', wa min nafsin laa tasyba', wa min da'watin laa yustajaabu lahaa."

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah kenyang (puas), dan doa yang tidak dikabulkan."

Referensi: HR. Muslim no. 2722
83

Doa Penghilang Gundah, Lemah, Malas, dan Hutang

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

"Allaahumma innii a'uudzu bika minal hammi wal hazan, wal 'ajzi wal kasal, wal jubni wal bukhli, wa dhola'id daini wa gholabatir rijaal."

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan hutang dan penindasan orang lain."

Referensi: HR. Bukhari no. 2893
84

Pentingnya Berterima Kasih Kepada Manusia

لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ

"Laa yasykurullaaha man laa yasykurun naas."

Artinya: "Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak tahu berterima kasih kepada sesama manusia."

Referensi: HR. Abu Daud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954 (Shahih)
85

Keutamaan Bersiwak

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

"As-siwaaku math-haratun lilfami mardhootun lir-robb."

Artinya: "Bersiwak itu membersihkan rongga mulut dan mendatangkan keridhaan Tuhan."

Referensi: HR. Bukhari (secara Mu'allaq) dan An-Nasa'i no. 5 (Shahih)
86

Zuhud dan Kesederhanaan Hidup

مَا لِي وَلِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

"Maa lii walid-dunyaa, maa anaa fid-dunyaa illaa karookibin istazholla tahta syajarotin tsumma rooha wa tarokahaa."

Artinya: "Apa urusanku dengan kemewahan dunia? Tidaklah aku di dunia ini melainkan bagai seorang pengelana berkuda yang berteduh sejenak di bawah naungan pohon, lalu pergi meninggalkannya."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 2377 dan Ahmad (Shahih)
87

Memilih Pasangan Hidup Karena Agamanya

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

"Tunkahul mar'atu li-arba': limaa-lihaa wa lihasabihaa wa jamaalihaa wa lidiinihaa, fazhfar bidzaatid diini taribat yadaak."

Artinya: "Wanita dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki pemahaman agama yang baik niscaya engkau akan beruntung!"

Referensi: HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466
88

Sebaik-Baik Kalian Paling Baik Kepada Keluarganya

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

"Khoirukum khoirukum li-ahlih, wa anaa khoirukum li-ahlii."

Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya (istrinya), dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 3895 dan Ibnu Majah (Shahih)
89

Sifat Lemah Lembut Menghiasi Segala Perkara

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

"Innar rifqo laa yakuunu fii syai'in illaa zaanah, wa laa yunza'u min syai'in illaa syaanah."

Artinya: "Sesungguhnya kelemahlembutan itu tidaklah ada pada sesuatu melainkan ia akan memperindahnya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu melainkan akan memperburuknya."

Referensi: HR. Muslim no. 2594
90

Allah Maha Indah dan Menyukai Keindahan

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

"Innallaaha Jamiilun yuhibbul jamaal."

Artinya: "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan."

Referensi: HR. Muslim no. 91
91

Hakikat Kesombongan

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

"Al-kibru bathorul haqqi wa ghomthun naas."

Artinya: "Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan (merendahkan) sesama manusia."

Referensi: HR. Muslim no. 91
92

Bahaya Hasad Menghanguskan Kebaikan

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

"Iyyaakum wal hasada, fa-innal hasada ya'kulul hasanaati kamaa ta'kulun naarul hathob."

Artinya: "Jauhilah oleh kalian sifat hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar."

Referensi: HR. Abu Daud no. 4903
93

Adab Makan: Membaca Basmalah dan Tangan Kanan

يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

"Yaa ghulaam, sammillaah, wa kul biyamiinik, wa kul mimmaa yaliik."

Artinya: "Wahai anak muda, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu."

Referensi: HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022
94

Pola Makan Sehat: Sepertiga Makanan, Air, dan Udara

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ: فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

"Maa mala'a aadamiyyun wi'aa-an syarron min bathn, bihasbib-ni Aadama ukulaatun yuqimna shulbah: fatsulutsun litho'aamih, wa tsulutsun lisyaroabih, wa tsulutsun linafasih."

Artinya: "Tidak ada bejana yang lebih buruk diisi oleh manusia selain perutnya. Cukuplah beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya: sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 2380 dan Ibnu Majah (Shahih)
95

Setiap Kebaikan Bernilai Sedekah

كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ

"Kullu ma'ruufin shodaqoh."

Artinya: "Setiap perbuatan baik (yang bermanfaat) adalah bernilai sedekah."

Referensi: HR. Bukhari no. 6021 dan Muslim no. 1005
96

Tanda Datangnya Kiamat (Hilangnya Amanah)

إِذَا ضُيِّعَتِ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ: إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ

"Idzaa dhuyyi'atil amaanatu fantazhiris saa'ah: idzaa wussidal amru ilaa ghoiri ahlih."

Artinya: "Apabila amanah telah disia-siakan, maka tunggulah datangnya kiamat: yaitu apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya."

Referensi: HR. Bukhari no. 59
97

Mengingat Pemutus Segala Kelezatan (Kematian)

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ: يَعْنِي الْمَوْتَ

"Aktsiruu dzikro haadzimil ladz-dzaat: ya'nil maut."

Artinya: "Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 2307 dan An-Nasa'i (Shahih)
98

Orang yang Cerdas Mempersiapkan Bekal Kematian

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا

"Al-kayyisu man daana nafsahuu wa 'amila limaa ba'dal maut, wal 'aajizu man atba'a nafsahuu hawaahaa."

Artinya: "Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, sedangkan orang yang lemah adalah orang yang menuruti hawa nafsunya lalu berangan-angan kosong kepada Allah."

Referensi: HR. Tirmidzi no. 2459 dan Ibnu Majah (Hasan)
99

Merindukan Pertemuan dengan Allah Ta'ala

مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ، وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

"Man ahabba liqoo'allaahi ahabballaahu liqoo'ah, wa man kariha liqoo'allaahi karihallaahu liqoo'ah."

Artinya: "Barangsiapa mencintai pertemuan dengan Allah, maka Allah pun mencintai pertemuan dengannya. Dan barangsiapa yang membenci pertemuan dengan Allah, maka Allah pun membenci pertemuan dengannya."

Referensi: HR. Bukhari no. 6507 dan Muslim no. 2683
100

Jaminan Surga Bagi Kalimat Tauhid di Akhir Hayat

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

"Man kaana aakhiru kalaamihii Laa ilaaha illallaahu dakholal jannah."

Artinya: "Barangsiapa yang akhir perkataannya (sebelum meninggal dunia) adalah Laa Ilaaha Illallah (Tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), maka ia pasti masuk surga."

Referensi: HR. Abu Daud no. 3116 dan Ahmad (Shahih)

Mulia dengan Sunah Rasulullah ﷺ

Semoga kumpulan hadis di atas dapat kita pahami, hafalkan, dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad ﷺ.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

"Ilmu itu ada tiga: Ayat yang muhkam, sunnah (hadits) yang tegak, dan pembagian waris yang adil. Selain dari ketiganya adalah tambahan."

— Sunan Abu Daud

1. Pilih Kitab Perawi Hadits:

Kitab Aktif: Shahih Bukhari

2. Masukkan Nomor Hadits:

Rentang: 1 s.d 6.638
Maks: 6.638
Topik Populer: ✨ #1 Niat & Ikhlas 💎 #9 Rasa Malu 🤝 #13 Cinta Saudara 👑 #22 Derajat Iman Umar 🤲 #67 Permudah & Gembira 🕌 #609 Shalat Berjamaah 🛡️ #1376 Anugerah Sabar 🕋 #1429 Miqat Haji

Referensi & Sumber Rujukan Data

Informasi keabsahan data, metodologi penomoran hadits, dan transparansi sumber digital

9 Kitab Induk (Kutubut Tis'ah)

Seluruh data hadits merujuk langsung ke 9 kitab hadits induk utama Ahlussunnah wal Jama'ah: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan At-Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan An-Nasa'i, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Muwatha' Malik, dan Sunan Ad-Darimi.

Standar Penomoran Internasional

Mengadopsi kaidah penomoran standar global seperti Fathul Bari (Bukhari), Fuad Abdul Baqi (Muslim), dan sistem Al-Alamiyyah / Lidwa untuk memastikan akurasi dan kemudahan pencarian nomor hadits lintas pustaka.

Database & Digitalisasi Hadits

Matan Arab berharakat dan terjemahan bahasa Indonesia terintegrasi dari database digitalisasi pustaka hadits 9 imam melalui Hadis API ID Open Source yang dikurasi oleh para pemerhati kajian hadits Islam Indonesia.

Takhrij & Kajian Lanjutan

Aplikasi ini ditujukan untuk mempermudah literasi dan pelacakan hadits harian. Untuk pendalaman derajat sanad (shahih, hasan, dha'if), asbabul wurud, serta istinbath hukum syar'i, dianjurkan menelaah kitab-kitab syarah dan bimbingan ulama/guru.

Hadits Favorit Tersimpan

Hadits Favorit Tersimpan

Daftar hadits yang Anda tandai dengan bintang/bookmark di browser ini untuk dipelajari kembali.

Mengenal Para Imam Perawi Kutubut Tis'ah

9 Rujukan Utama Hadits Shahih

Imam Al-Bukhari

194 – 256 H (Bukhara, Uzbekistan)

Nama asli Abu Abdillah Muhammad bin Ismail. Dikenal sebagai Amirul Mukminin fil Hadits. Kitabnya Shahih Al-Bukhari adalah kitab paling shahih di muka bumi setelah Al-Qur'an dengan kriteria sanad bersambung dan periwayat yang muttashil & 'adil.

Karya: Shahih Al-Bukhari 6.638 Hadits
Biodata & Biografi Lengkap

Imam Muslim

204 – 261 H (Naisabur, Iran)

Nama asli Abu Al-Husain Muslim bin Al-Hajjaj. Menjadi murid terkemuka Imam Bukhari. Kitabnya Shahih Muslim unggul dalam keindahan susunan tematik bab dan tidak mengulang-ulang matan di berbagai bab.

Karya: Shahih Muslim 4.930 Hadits
Biodata & Biografi Lengkap

Imam At-Tirmidzi

209 – 279 H (Termez, Uzbekistan)

Nama asli Abu Isa Muhammad bin Isa. Dikenal pelopor klasifikasi derajat hadits secara rinci (Shahih, Hasan, Dha'if, Gharib). Kitabnya Jami' At-Tirmidzi memuat pandangan fiqih para shahabat dan tabi'in.

Karya: Jami' At-Tirmidzi 3.625 Hadits
Biodata & Biografi Lengkap

Imam Abu Dawud

202 – 275 H (Sijistan)

Nama asli Sulaiman bin Al-Asy'ats. Kitabnya Sunan Abu Dawud merupakan ensiklopedia utama hadits-hadits hukum fiqih yang menjadi pegangan para mujtahid dalam menetapkan syariat.

Karya: Sunan Abu Dawud 4.419 Hadits

Imam An-Nasa'i

215 – 303 H (Nasa, Turkmenistan)

Nama asli Ahmad bin Syu'aib. Terkenal sangat ketat dalam menyaring periwayat hadits, bahkan sebagian ulama menganggap syarat perawinya setara dengan Imam Muslim. Karyanya Al-Mujtaba (Sunan An-Nasa'i).

Karya: Sunan An-Nasa'i 5.364 Hadits

Imam Ibnu Majah

209 – 273 H (Qazwin, Iran)

Nama asli Abu Abdillah Muhammad bin Yazid. Kitabnya Sunan Ibnu Majah melengkapi Kutubus Sittah (Enam Kitab Pokok). Terkenal dengan sistematika bab yang rapi dan memuat hadits unik (zawa'id).

Karya: Sunan Ibnu Majah 4.285 Hadits
Biodata & Biografi Lengkap

Imam Ahmad bin Hanbal

164 – 241 H (Baghdad, Irak)

Pendiri Mazhab Hanbali dan salah satu penghafal hadits terbesar dalam sejarah Islam (hafal sejuta hadits). Karyanya Musnad Ahmad adalah kitab hadits komprehensif yang disusun berdasarkan nama para sahabat perawi.

Karya: Musnad Ahmad 4.305 Hadits (Koleksi)
Biodata & Biografi Lengkap

Imam Malik bin Anas

93 – 179 H (Madinah Munawwarah)

Imam Darul Hijrah, mufti kota Madinah, dan guru dari Imam Asy-Syafi'i. Karyanya Al-Muwatha' adalah karya kodifikasi hadits dan fiqih tertua yang menjadi rujukan sanad emas (*Silsilah adz-Dzahab*).

Karya: Al-Muwatha' 1.587 Hadits
Biodata & Biografi Lengkap

Imam Ad-Darimi

181 – 255 H (Samarkand)

Nama asli Abdullah bin Abdurrahman. Ulama terkemuka yang menjadi guru dari Imam Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi. Kitabnya Sunan Ad-Darimi terkenal karena kekuatan sanad dan ketelitian periwayatannya.

Karya: Sunan Ad-Darimi 2.949 Hadits
ARAB Hadits