Panduan Sholat Fardhu dan Dzikir
Panduan Lengkap Sholat Fardhu: Dari Awal Sampai Dzikir Harian (Contoh Praktik Sholat Maghrib 3 Rakaat)
Tata cara lengkap pelaksanaan sholat fardhu dari niat, takbiratul ihram, bacaan rukun & sunnah, tasyahud awal dan akhir, hingga dzikir harian shahih sesudah sholat. Disajikan dengan contoh praktik lengkap Salat Maghrib 3 Rakaat, teks Arab berharakat, transliterasi Latin fonetik, terjemahan Indonesia, dan audio fasih.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salat merupakan tiang agama Islam ('Imāduddīn) dan amalan pertama yang akan dihisab oleh Allah SWT pada hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:
Agar salat bernilai pahala dan sah sesuai tuntunan syariat, setiap muslim wajib memahami rukun, syarat sah, bacaan yang benar, serta thuma'ninah di setiap gerakannya. Dalam panduan ini, kita menggunakan Salat Maghrib (3 Rakaat) sebagai contoh praktik utama karena mencakup bacaan keras (jahr), bacaan lirih (sirr), serta dua kali duduk tasyahud (tasyahud awal dan akhir).
Syarat Sah Salat
- Suci dari hadats kecil (berwudhu) & hadats besar.
- Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis.
- Menutup aurat dengan sempurna.
- Telah masuk waktu salat yang bersangkutan.
- Menghadap kiblat (ke arah Ka'bah Baitullah).
3 Macam Rukun Salat
- Rukun Qalbi: Niat dan tertib dalam hati.
- Rukun Fi'li: Gerakan fisik (Berdiri, Ruku', I'tidal, Sujud, Duduk).
- Rukun Qauli: Bacaan lisan yang wajib terdengar minimal oleh diri sendiri (Takbiratul Ihram, Al-Fatihah, Tasyahud Akhir, Sholawat, Salam pertama).
Peta Alur Praktik Sholat Maghrib (3 Rakaat)
CONTOH LENGKAPSalat Maghrib adalah contoh paling ideal dalam pembelajaran salat fardhu karena menggabungkan bacaan bersuara keras (Jahr) pada dua rakaat awal, bacaan lirih (Sirr) pada rakaat ketiga, serta memiliki dua kali duduk tasyahud:
- Niat di hati & Takbiratul Ihram
- Doa Iftitah (lirih/sirr)
- Surat Al-Fatihah (dikeraskan) & Aamiin
- Surat Pendek (misal: Al-Ikhlas)
- Ruku', I'tidal, Sujud 2x (Thuma'ninah)
- Bangkit berdiri (Takbir intiqal)
- Surat Al-Fatihah (dikeraskan)
- Surat Pendek (misal: Al-Falaq)
- Ruku', I'tidal, Sujud 2x
- Duduk Tasyahud Awal (Iftirasy & Tahiyyat Awal)
- Bangkit berdiri untuk rakaat ketiga
- Hanya membaca Al-Fatihah lirih (tanpa surat pendek)
- Ruku', I'tidal, Sujud 2x
- Duduk Tasyahud Akhir (Tawarruk) & Sholawat
- Doa 4 Perlindungan & Salam Kanan-Kiri
Berdiri Tegak (Qiyam) & Niat Salat Maghrib (3 Rakaat)
Rukun Fi'li & QalbiBerdiri tegak menghadap kiblat bagi yang mampu merupakan rukun salat fardhu. Pandangan mata diarahkan ke tempat sujud dengan khusyuk. Sebagai contoh praktis dalam panduan ini, kita mempraktikkan Salat Fardhu Maghrib 3 Rakaat. Hadirkan niat di dalam hati secara tulus karena Allah Ta'ala berbarengan saat Takbiratul Ihram.
أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى
"Ushallī fardhal-maghribi tsalātsa raka'ātin mustaqbilal-qiblati adā'an lillāhi ta'ālā."
Artinya: "Aku berniat salat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat, tepat pada waktunya karena Allah Ta'ala."
أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
"Ushallī fardhal-maghribi tsalātsa raka'ātin mustaqbilal-qiblati adā'an ma'mūman lillāhi ta'ālā."
Artinya: "Aku berniat salat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat, tepat pada waktunya sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
"Ushallī fardhal-maghribi tsalātsa raka'ātin mustaqbilal-qiblati adā'an imāman lillāhi ta'ālā."
Artinya: "Aku berniat salat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat, tepat pada waktunya sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Takbiratul Ihram
Rukun QauliMengangkat kedua tangan sejajar dengan pundak atau daun telinga, jari-jemari terbuka dan menghadap kiblat, sembari mengucapkan lafal takbir secara lisan dan menghadirkan niat di dalam hati.
اَللّٰهُ أَكْبَرُ
"Allāhu Akbar."
Artinya: "Allah Maha Besar."
Bersedekap & Membaca Doa Iftitah
Sunnah MuakkadahMeletakkan tangan kanan di atas pergelangan tangan kiri di antara pusar dan dada (atau tepat di atas dada). Setelah itu membaca doa Iftitah dengan suara lirih (sirr).
اَللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.
"Allāhu akbaru kabīran, wal-hamdu lillāhi katsīran, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlan. Wajjahtu wajhiya lilladzī fatharas-samāwāti wal-ardha hanīfan musliman wa mā anā minal-musyrikīn. Inna shalātī wa nusukī wa mahyāya wa mamātī lillāhi rabbil-'ālamīn, lā syarīka lahū wa bidzālika umirtu wa anā minal-muslimīn."
Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kelurusan dan berserah diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
Membaca Surat Al-Fatihah & Aamiin
Rukun Qauli MutlakMembaca Surat Al-Fatihah wajib pada setiap rakaat salat, baik salat sendiri maupun berjamaah. Dimulai dengan ta'awwudz lirih, basmalah (sebagai ayat pertama), hingga ayat ke-7, lalu disunnahkan mengucap "Aamiin".
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ ٤ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّيْنَ ٧ آمِيْن
"Bismillāhir-rahmānir-rahīm. Al-hamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-rahmānir-rahīm. Māliki yawmid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinash-shirāthal-mustaqīm. Shirāthalladzīna an'amta 'alayhim ghayril-maghdhūbi 'alayhim wa ladh-dhāllīn. Āmīn."
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Kabulkanlah doa kami ya Allah."
Membaca Surat Pendek Al-Qur'an
Sunnah Rakaat 1 & 2Disunnahkan membaca ayat atau salah satu surat pendek dari Al-Qur'an pada rakaat pertama dan rakaat kedua setelah membaca Al-Fatihah, misalnya Surat Al-Ikhlas:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا أَحَدٌ ٤
"Bismillāhir-rahmānir-rahīm. Qul huwallāhu ahad. Allāhush-shamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul-lahū kufuwan ahad."
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad): Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia."
Ruku' Disertai Thuma'ninah
Rukun Fi'liMengangkat kedua tangan sambil bertakbir (Allahu Akbar), lalu membungkukkan badan hingga punggung dan kepala lurus mendatar horizontal. Kedua telapak tangan memegang erat lutut dengan jari merenggang. Wajib disertai thuma'ninah (berhenti sejenak sekadar bacaan tasbih) sambil membaca tasbih ruku' 3 kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
"Subhāna rabbiyal-'azhīmi wa bihamdih." (Dibaca 3x)
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya."
I'tidal Disertai Thuma'ninah
Rukun Fi'liBangkit tegak kembali dari ruku' sambil mengangkat kedua tangan dan mengucap tasmi', kemudian melepaskan tangan lurus ke bawah dan membaca doa tahmid i'tidal dengan thuma'ninah:
سَمِعَ اللّٰهُ لِمَنْ حَمِدَهُ. رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمٰوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ.
"Sami'allāhu liman hamidah. Rabbanā lakal-hamdu mil'us-samāwāti wa mil'ul-ardhi wa mil'u mā syi'ta min syay'in ba'du."
Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu."
Doa Qunut (Khusus Salat Subuh)
Sunnah Ab'adh Mazhab Syafi'iPada salat Subuh di rakaat kedua saat posisi I'tidal sebelum sujud, disunnahkan mengangkat kedua tangan menengadah dan membaca doa Qunut:
اَللّٰهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
"Allāhummah-dinī fīman hadayt, wa 'āfinī fīman 'āfayt, wa tawallanī fīman tawallayt, wa bārik lī fīmā a'thayt, wa qinī syarra mā qadhayt, fa innaka taqdhī wa lā yuqdhā 'alayk, wa innahū lā yadzillu man wālayt, wa lā ya'izzu man 'ādayt, tabārakta rabbanā wa ta'ālayt, fa lakal-hamdu 'alā mā qadhayt, wa astaghfiruka wa atūbu ilayk, wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muhammadin-nabiyyil-ummiyyi wa 'alā ālihī wa shahbihī wa sallam."
Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan sebagaimana orang yang telah Engkau beri kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau pelihara. Berkahilah bagiku apa yang telah Engkau anugerahkan. Lindungilah aku dari keburukan yang telah Engkau tentukan. Karena sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan terhina orang yang Engkau cintai, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala puji atas apa yang telah Engkau putuskan. Aku memohon ampunan-Mu dan bertobat kepada-Mu. Dan semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad yang ummi, beserta keluarga dan sahabatnya."
Sujud Pertama Disertai Thuma'ninah
Rukun Fi'li Puncak KhusyukBertakbir tanpa mengangkat tangan, lalu turun bersujud dengan meletakkan 7 anggota sujud ke lantai: dahi dan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kaki yang ditekuk menghadap kiblat. Lakukan thuma'ninah dan baca tasbih sujud 3 kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
"Subhāna rabbiyal-a'lā wa bihamdih." (Dibaca 3x)
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya."
Duduk di Antara Dua Sujud (Duduk Iftirasy)
Rukun Fi'liBangkit dari sujud seraya bertakbir dan duduk secara iftirasy (menduduki telapak kaki kiri sementara telapak kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari menghadap kiblat). Letakkan kedua telapak tangan di atas paha dekat lutut, lalu baca doa permohonan ampun dan rezeki:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ، وَارْحَمْنِيْ، وَاجْبُرْنِيْ، وَارْفَعْنِيْ، وَارْزُقْنِيْ، وَاهْدِنِيْ، وَعَافِنِيْ، وَاعْفُ عَنِّيْ.
"Rabbigh-firlī, war-hamnī, waj-burnī, war-fa'nī, war-zuqnī, wah-dinī, wa 'āfinī, wa'fu 'annī."
Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, limpahkanlah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, sehatkanlah afiatkanlah aku, dan maafkanlah segala kesalahanku."
Sujud Kedua & Bangkit ke Rakaat Berikutnya
Rukun Fi'liMelakukan sujud kedua persis sebagaimana sujud pertama (membaca tasbih Subhāna rabbiyal-a'lā wa bihamdih 3x dengan thuma'ninah). Setelah itu bertakbir untuk bangkit berdiri menyempurnakan rakaat kedua (mengulang membaca Al-Fatihah, surat pendek, ruku', i'tidal, dan sujud).
Duduk Tasyahud Awal (Khusus Salat 3 & 4 Rakaat)
Sunnah Ab'adhDilakukan pada akhir rakaat kedua pada salat Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Duduk dengan posisi iftirasy, tangan di paha, telunjuk kanan diacungkan saat mengucap syahadat:
اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
"At-tahiyyātul-mubārakātush-shalawātuth-thayyibātu lillāh. As-salāmu 'alayka ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alaynā wa 'alā 'ibādillāhish-shālihīn. Asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh. Allāhumma shalli 'alā sayyidinā Muhammad."
Artinya: "Segala penghormatan yang penuh berkah, rahmat, dan kebaikan adalah milik Allah semata. Keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya semoga tercurah kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan semoga tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad."
Duduk Tasyahud Akhir (Tawarruk) & Sholawat Ibrahimiyah
Rukun Qauli & Fi'liDilakukan pada rakaat terakhir semua salat dengan duduk Tawarruk (kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan dan pantat langsung menyentuh lantai). Membaca tahiyyat lengkap hingga Sholawat Ibrahimiyah:
اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
"At-tahiyyātul-mubārakātush-shalawātuth-thayyibātu lillāh. As-salāmu 'alayka ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu 'alaynā wa 'alā 'ibādillāhish-shālihīn. Asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh. Allāhumma shalli 'alā sayyidinā Muhammad wa 'alā āli sayyidinā Muhammad, kamā shallayta 'alā sayyidinā Ibrāhīm wa 'alā āli sayyidinā Ibrāhīm, wa bārik 'alā sayyidinā Muhammad wa 'alā āli sayyidinā Muhammad, kamā bārakta 'alā sayyidinā Ibrāhīm wa 'alā āli sayyidinā Ibrāhīm, fil-'ālamīna innaka hamīdum-majīd."
Artinya: "Segala penghormatan yang penuh berkah, sholawat dan kebaikan adalah kepunyaan Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Dan berkahilah junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."
Doa Perlindungan dari 4 Perkara (Sebelum Salam)
Sunnah Muakkadah ShahihRasulullah SAW sangat menganjurkan membaca doa ini sesudah tasyahud akhir sebelum memalingkan wajah untuk salam:
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.
"Allāhumma innī a'ūdzu bika min 'adzābi jahannama, wa min 'adzābil-qabri, wa min fitnatil-mahyā wal-mamāti, wa min syarri fitnatil-masīhid-dajjāl."
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah Dajjal." (HR. Muslim No. 588).
Mengucapkan Salam (Kanan & Kiri)
Salam 1 Rukun, Salam 2 SunnahMenolehkan wajah ke kanan hingga pipi terlihat dari belakang sambil mengucap salam pertama (rukun pembatal penutup salat), kemudian menoleh ke kiri sambil mengucap salam kedua (sunnah):
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ
"As-salāmu 'alaykum wa rahmatullāh."
Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepadamu."
Rangkaian Dzikir & Doa Harian Ba'da Sholat Fardhu
Sesuai sunnah shahih Rasulullah SAW, sesudah selesai salam jangan langsung beranjak pergi. Luangkan waktu sejenak untuk melantunkan istighfar, tahlil, tasbih, tahmid, takbir, dan ayat kursi yang menghapuskan dosa serta membuka pintu rahmat.
1. Istighfar 3x & Doa Keselamatan (As-Salam)
Sunnah Shahihأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ (٣×). اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.
"Astaghfirullāhal-'azhīm (3x). Allāhumma antas-salāmu wa minkas-salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām."
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung (3x). Ya Allah, Engkaulah Dzat Yang Memberi Keselamatan, dan dari-Mulah segala keselamatan berasal. Maha Suci Engkau wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan." (HR. Muslim No. 591).
2. Tahlil & Pujian Tauhid
Sunnah Shahihلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اَللّٰهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.
"Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'alā kulli syay'in qadīr. Allāhumma lā māni'a limā a'thayta, wa lā mu'thiya limā mana'ta, wa lā yanfa'u dzal-jaddi minkal-jaddu."
Artinya: "Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, serta tidak berguna kekayaan orang yang kaya dari siksa-Mu." (HR. Bukhari No. 844 & Muslim No. 593).
3. Doa Ketaatan & Keistiqamahan Ibadah
Wasiat Nabi SAWاَللّٰهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
"Allāhumma a'innī 'alā dzikrika wa syukrika wa husni 'ibādatik."
Artinya: "Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbagus ibadah kepada-Mu." (HR. Abu Dawud No. 1522).
4. Membaca Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah: 255)
Jaminan Surga (HR. An-Nasa'i)Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai salat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian." (HR. An-Nasa'i & dishahihkan Ibnu Hibban).
اَللّٰهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ، لَّهٗ مَا فِي السَّمٰوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗ إِلَّا بِإِذْنِهٖ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖ إِلَّا بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.
"Allāhu lā ilāha illā huwal-hayyul-qayyūm, lā ta'khudzuhū sinatuw-wa lā nawm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-ardh, man dzalladzī yasyfa'u 'indahū illā bi-idznih, ya'lamu mā bayna aydīhim wa mā khalfahum, wa lā yuhīthūna bi syay'im-min 'ilmihī illā bimā syā', wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-ardh, wa lā ya'ūduhū hifzhuhumā, wa huwal-'aliyyul-'azhīm."
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar."
5. Tasbih, Tahmid, Takbir (33x) & Penyempurna 100
Pelebur Dosa Sebanyak Buih Lautanسُبْحَانَ اللّٰهِ (٣٣×). اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ (٣٣×). اَللّٰهُ أَكْبَرُ (٣٣×). لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
"Subhānallāh (33x). Al-hamdulillāh (33x). Allāhu Akbar (33x). Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'alā kulli syay'in qadīr (1x penyempurna 100)."
Artinya: "Maha Suci Allah (33x). Segala puji bagi Allah (33x). Allah Maha Besar (33x). Tiada tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (HR. Muslim No. 597: diampuni dosanya walau sebanyak buih lautan).
6. Membaca Tiga Surat Perlindungan (Al-Mu'awwidzat)
Sunnah ShahihDisunnahkan membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing 1 kali setelah salat Dzuhur, Ashar, dan Isya; serta masing-masing 3 kali setelah salat Subuh dan Maghrib (HR. Abu Dawud No. 1523).
7. Doa Harian Orang Tua & Doa Sapu Jagad
Penutup Doa Terbaikرَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
"Rabbanagh-firlī wa liwālidayya war-hamhumā kamā rabbayānī shaghīrā. Rabbanā ātinā fid-dunyā hasanatan wa fil-ākhirati hasanatan wa qinā 'adzāban-nār."
Artinya: "Wahai Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil. Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka."
Ringkasan Salat Fardhu 5 Waktu Sehari Semalam
| Salat Fardhu | Jumlah Rakaat | Waktu Pelaksanaan | Bacaan Fatihah / Ayat |
|---|---|---|---|
| Salat Subuh | 2 Rakaat | Fajar shadiq hingga terbit matahari | Jahr (Suara Keras) + Doa Qunut |
| Salat Dzuhur | 4 Rakaat | Matahari tergelincir ke barat hingga bayangan sama panjang | Sirr (Suara Lirih) |
| Salat Ashar | 4 Rakaat | Bayangan melebihi panjang benda hingga matahari menguning | Sirr (Suara Lirih) |
| Salat Maghrib | 3 Rakaat | Terbenam matahari hingga hilangnya mega merah (syafaq) | Jahr (Rakaat 1 & 2), Sirr (Rakaat 3) |
| Salat Isya | 4 Rakaat | Hilangnya mega merah hingga sepertiga / separuh malam | Jahr (Rakaat 1 & 2), Sirr (Rakaat 3 & 4) |
Menjaga Salat adalah Penjaga Kehidupan Seorang Muslim
Menegakkan salat dengan thuma'ninah dan menutupnya dengan dzikir harian adalah benteng terkuat yang mencegah perbuatan keji dan mungkar. Simpan artikel panduan salat fardhu ini atau bagikan kepada keluarga tercinta sebagai amal jariyah ilmu yang terus mengalir.