Panduan Adzan dan Iqamah
Panduan Lengkap Adzan & Iqamah: Lafal Arab, Latin, Terjemahan, Cara Menjawab, & Doa Setelahnya
Pelajari lafal resmi adzan 5 waktu, adzan subuh, lafal iqamah, bacaan menjawab adzan, hingga doa wasilah setelah adzan dengan audio manusia fasih ganda (Arab & Terjemahan) serta kajian fiqih mazhab yang shahih.
Kedudukan Adzan & Iqamah dalam Syariat Islam
Secara bahasa, Adzan (الأَذَان) berarti pemberitahuan atau seruan (*al-i'lam*). Secara istilah syar'i, adzan adalah seruan khusus dengan lafal-lafal tertentu yang telah disyariatkan untuk memberitahukan masuknya waktu salat fardhu. Sementara Iqamah (الإِقَامَة) adalah pemberitahuan bahwa salat fardhu siap untuk segera didirikan.
Klik salah satu gaya lantunan adzan di bawah ini untuk mendengarkan kumandang adzan dari Masjid Nabawi Madinah, Mesir, atau lantunan merdu Syaikh Misyari Rasyid Al-Afasy:
Takbir Pembuka Adzan (4 Kali)
Lafal Adzan 1Muadzin memulai adzan dengan mengagungkan asma Allah sebanyak 4 kali takbir (disunnahkan diucapkan 2 kali berturut-turut dalam satu tarikan napas / dua pasang takbir):
اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ ٢×
"Allāhu Akbar, Allāhu Akbar (2x - Dibaca 4 kali takbir)."
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar (4x)."
Syahadat Tauhid (2 Kali)
Lafal Adzan 2Menegaskan keesaan Allah Ta'ala bahwa tiada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, dilantunkan sebanyak 2 kali:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ ٢×
"Asyhadu allā ilāha illallāh (2x)."
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah."
Syahadat Kerasulan Nabi Muhammad (2 Kali)
Lafal Adzan 3Menegaskan kesaksian atas risalah dan kenabian Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dilantunkan sebanyak 2 kali:
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ ٢×
"Asyhadu anna Muhammadar Rasūlullāh (2x)."
Artinya: "Aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
Seruan Mendirikan Salat (2 Kali)
Lafal Adzan 4Seruan agung memanggil kaum muslimin untuk meninggalkan aktivitas dunia dan segera mendirikan salat berjamaah. Disunnahkan muadzin memalingkan wajah ke sebelah kanan tanpa memutar dada:
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ ٢×
"Hayya 'alash-shalāh (2x - Disunnahkan menoleh ke kanan)."
Artinya: "Marilah mendirikan salat."
Seruan Meraih Kemenangan & Keberuntungan (2 Kali)
Lafal Adzan 5Seruan menjemput al-falah (kemenangan duniawi dan keabadian surga akhirat). Disunnahkan muadzin memalingkan wajah ke sebelah kiri:
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ ٢×
"Hayya 'alal-falāh (2x - Disunnahkan menoleh ke kiri)."
Artinya: "Marilah menuju kemenangan (meraih keberuntungan surga)."
Takbir Penutup Adzan (2 Kali)
Lafal Adzan 6Mengulang kembali takbir sebanyak 2 kali dalam satu tarikan napas:
اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ
"Allāhu Akbar, Allāhu Akbar."
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar."
Kalimat Tauhid Penutup Adzan (1 Kali)
Lafal Adzan 7Menutup kumandang adzan dengan kalimat tauhid tertinggi sebanyak 1 kali dengan nada khusyuk dan tenang:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
"Lā ilāha illallāh."
Artinya: "Tiada tuhan selain Allah."
Lafal Khusus Adzan Subuh (At-Tatswib)
Khusus Salat FajarKhusus pada kumandang Adzan Subuh setelah terbit fajar shadiq, disunnahkan menambahkan lafal Tatswib sebanyak 2 kali setelah mengucapkan "Hayya 'alal-falah" dan sebelum takbir penutup:
اَلصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ ٢×
"Ash-shalātu khayrum minan-nawm (2x)."
Artinya: "Salat itu lebih baik daripada tidur."
Kaidah & Cara Menjawab Adzan Bagi Pendengar
Sunnah Berpahala BesarKetika mendengar muadzin mengumandangkan adzan, disunnahkan bagi yang mendengar (baik dalam keadaan suci, hadats kecil, bahkan junub) untuk menirukan lafal yang diucapkan muadzin satu per satu secara lirih, dengan dua pengecualian istimewa:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
"Lā hawla wa lā quwwata illā billāhil-'aliyyil-'azhīm."
Artinya: "Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung." (HR. Bukhari No. 613 & Muslim No. 385).
صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ وَأَنَا عَلَى ذٰلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ
"Shadaqta wa bararta wa anā 'alā dzālika minasy-syāhidīn."
Artinya: "Engkau benar dan engkau telah berbuat kebaikan, dan aku termasuk orang-orang yang bersaksi atas hal tersebut." *(Boleh juga menirukan lafal aslinya sebagaimana sabda umum Nabi SAW)*.
1. Bersholawat Kepada Rasulullah SAW
Langkah Awal DoaRasulullah SAW berpesan: "Jika kalian mendengar muadzin mengumandangkan adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan, kemudian bersholawatlah kepadaku..." (HR. Muslim No. 384):
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
"Allāhumma shalli 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā āli sayyidinā Muhammad."
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta segenap keluarga Nabi Muhammad."
2. Doa Wasilah Setelah Adzan (HR. Bukhari)
Jaminan Syafaat Nabi SAWBarangsiapa membaca doa ini setelah adzan selesai, niscaya ia pasti memperoleh syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat (HR. Bukhari No. 614):
اَللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَّحْمُوْدَانِ الَّذِيْ وَعَدْتَهُ، إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ.
"Allāhumma rabba hādzihid-da'watit-tāmmah, wash-shalātil-qā'imah, āti sayyidanā Muhammadanil-wasīlata wal-fadhīlah, wab'atshu maqāmam mahmūdanilladzī wa'adtah, innaka lā tukhliful-mī'ād."
Artinya: "Ya Allah, Rabb pemilik seruan yang sempurna ini dan salat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada junjungan kami Nabi Muhammad wasilah (kedudukan paling mulia di surga) serta keutamaan. Dan bangkitkanlah beliau ke tempat terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau Dzat Yang tidak pernah mengingkari janji."
3. Berdoa di Antara Adzan & Iqamah (Waktu Mustajab)
Doa Tak TertolakWaktu antara adzan dan iqamah adalah salah satu saat paling mustajab di mana doa seorang hamba tidak akan ditolak oleh Allah Ta'ala (HR. Abu Dawud No. 521 & Tirmidzi No. 212). Dianjurkan memanjatkan doa hajat pribadi atau doa keselamatan afiat:
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
"Allāhumma innī as-alukal-'afwa wal-'āfiyata fid-dunyā wal-ākhirah."
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan (afiat) kepada-Mu di dunia dan di akhirat." (HR. Tirmidzi).
Lafal Lengkap Iqamah Menjelang Salat
Lafal Resmi IqamahIqamah dilafalkan dengan tempo lebih cepat (*hadar*) dan kalimat-kalimatnya diucapkan satu kali (kecuali takbir awal 2x, takbir akhir 2x, dan kalimat qad qamatish-shalah 2x):
اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ. حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ. حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ. قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ، قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ. اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ.
"Allāhu Akbar, Allāhu Akbar. Asyhadu allā ilāha illallāh. Asyhadu anna Muhammadar Rasūlullāh. Hayya 'alash-shalāh. Hayya 'alal-falāh. Qad qāmatish-shalāh, qad qāmatish-shalāh. Allāhu Akbar, Allāhu Akbar. Lā ilāha illallāh."
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Marilah mendirikan salat. Marilah menuju kemenangan. Sungguh salat telah didirikan, sungguh salat telah didirikan. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah."
Bacaan Saat Mendengar Lafal Iqamah
Sunnah PendengarSebagaimana adzan, pendengar disunnahkan menirukan lafal iqamah. Khusus saat muadzin mengumandangkan lafal "Qad qāmatish-shalāh", disunnahkan membaca doa berikut seraya bangkit merapikan shaf:
أَقَامَهَا اللّٰهُ وَأَدَامَهَا وَجَعَلَنِيْ مِنْ صَالِحِيْ أَهْلِهَا
"Aqāmahāllāhu wa adāmahā wa ja'alanī min shālihī ahlihā."
Artinya: "Semoga Allah senantiasa mendirikannya dan mengekalkannya, serta menjadikanku termasuk bagian dari orang-orang saleh yang mendirikannya." (HR. Abu Dawud).
Syarat, Rukun & Adab Sunnah Muadzin
Kajian Fiqih LengkapUntuk mencapai kesempurnaan syi'ar dan fadhilah adzan, para ulama fiqih menetapkan beberapa syarat sah dan adab utama bagi seorang muadzin:
Syarat Sah Adzan:
- Telah masuk waktu salat fardhu.
- Muadzin beragama Islam & berakal (tamyiz).
- Laki-laki (untuk adzan salat berjamaah umum).
- Tertib (berurutan sesuai tuntunan Rasulullah SAW).
- Muwalat (bersambung antarkalimat tanpa jeda lama).
Adab Sunnah Muadzin:
- Suci dari hadats kecil dan hadats besar (berwudhu).
- Berdiri tegak menghadap arah kiblat.
- Memasukkan kedua ujung jari telunjuk ke telinga.
- Menoleh kanan saat Hayya 'alash-shalah & kiri saat Hayya 'alal-falah.
- Melantunkan dengan suara merdu, lantang, dan tartil.
Perbedaan Karakteristik Antara Adzan & Iqamah
| Segi Pembeda | Adzan (الأَذَان) | Iqamah (الإِقَامَة) |
|---|---|---|
| Tujuan | Pemberitahuan masuknya waktu salat bagi orang yang jauh/luar masjid | Pemberitahuan bahwa salat berjamaah siap segera didirikan |
| Tempo Bacaan | Tartil (santai, berirama, nada dipanjangkan) | Hadar (tempo lebih cepat dan tegas) |
| Jumlah Lafal | Mayoritas lafal diulang 2 kali (takbir awal 4x) | Mayoritas lafal diucapkan 1 kali (kecuali takbir & qad qamat) |
| Lafal Khas | Memuat Tatswib khusus pada Subuh | Memuat lafal Qad Qāmatish-Shalāh (2 kali) |
| Menoleh Kepala | Disunnahkan menoleh ke kanan dan kiri pada hay'alatain | Cukup tetap menghadap kiblat lurus tanpa menoleh |
Kemuliaan Para Muadzin di Hari Kiamat
Rasulullah SAW bersabda: "Para muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya (paling mulia kedudukannya) pada hari kiamat." (HR. Muslim No. 387). Semoga panduan lengkap adzan dan iqamah ini menjadi amal jariyah dan pedoman berharga bagi seluruh umat Islam.