Decorative Leaves Header Left
Decorative Islamic Element Header

Biografi Imam Nasa'i

Oktober 22, 2026 saira54persen
Biografi Lengkap Imam An-Nasa'i: Singa Naqd Hadits & Penulis Sunan An-Nasa'i — SAIRA 54% Islam
Beranda / Kutubus Sittah / Imam An-Nasa'i
Waktu Baca: ~9 Menit Update: 2022
Biografi Lengkap Imam An-Nasa'i
Singa Naqd Hadits & Penulis Sunan An-Nasa'i

Biografi Lengkap Imam An-Nasa'i

أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَحْمَدُ بْنُ شُعَيْبٍ النَّسَائِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ

Kisah sang imam kritikus hadits paling teliti, berwajah tampan bercahaya laksana lampu pelita, berkelana sejak usia 15 tahun, dan menyusun kitab Al-Mujtaba (Sunan An-Nasa'i) dengan standar seleksi keshahihan paling ketat setelah Shahihain.

Ukuran:
215 Hijriah
Tahun Kelahiran
Usia 15 Th
Mulai Rihlah Ilmiah
17 Kitab
Koleksi Karya Emas
Shafa & Marwah
Makam Mulia Beliau

Pertumbuhan & Karakter Fisik Beliau

Nama lengkap, kuniyah, nisbah kota Nasa', serta pesona fisik yang bercahaya

Nama Lengkap

Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin Bahr

Kuniyah Beliau

Abu Abdirrahman (أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ)

Nasab Nisbah

An-Nasa'i atau An-Nasawi (النسائي / النسوي), dinisbahkan kepada negeri asal kelahiran beliau: Nasa', salah satu kota bersejarah di kawasan Khurasan.

Tahun Kelahiran

Tahun 215 Hijriah (zamannya para imam huffazh hadits)

Ketampanan, Wajah Bercahaya, & Gaya Hidup Seimbang

Imam An-Nasa'i dikenal sebagai seorang pria yang sangat rupawan, berwajah bersih, segar, dan berseri-seri. Para saksi sejarah melukiskan ketampanan beliau: "Wajahnya seakan-akan lampu yang menyala terang benderang." Beliau sosok yang penuh karisma (*wawaqar*), pembawaan yang tenang, serta berpenampilan sangat rapi dan menarik dipandang mata.

Rahasia Kebugaran & Keseimbangan Beliau:

Kondisi fisik yang prima dan wajah yang senantiasa bercahaya tersebut ditunjang oleh perhatian beliau yang tinggi terhadap keseimbangan diri dalam makanan, pakaian, serta kesenangan yang mubah; beliau gemar mengonsumsi sari buah kurma/anggur yang halal (*nabidz mubah*) serta rutin memakan daging ayam pilihan.

Aktifitas Menimba Ilmu & Ketelitian Ekstrem

Mulai berguru usia 15 tahun dan standar tinggi dalam mensterilkan syari'at

Imam An-Nasa'i memulai perburuan hadits di usia yang sangat belia. Pada tahun 230 Hijriah, saat baru genap berusia 15 tahun, beliau telah mengadakan lawatan jauh menemui muhaddits terkemuka, Qutaibah bin Sa'id di negerinya, Baghlan. Beliau bermukim mendampingi Qutaibah selama satu tahun dua bulan penuh guna menyerap samudra hadits darinya.

Allah menganugerahkan kepada beliau daya hafalan, ketajaman analisis matan, serta kejelian sanad yang jarang tertandingi di zamannya. Beliau tidak hanya menghafal hadits-hadits shahih, melainkan juga meneliti dan mencatat hadits-hadits dla'if untuk membongkar cacat tersembunyinya — suatu tugas berat yang hanya sanggup diemban oleh para pakar *Naqd al-Hadits* (kritikus hadits kelas wahid).

"Siapakah yang sanggup bersabar sebagaimana kesabaran An-Nasa'i? Beliau memiliki catatan hadits Ibnu Lahi'ah secara lengkap dan terperinci — yakni dari jalur Qutaibah dari Ibnu Lahi'ah — namun beliau tidak meriwayatkannya demi menjaga keshahihan agama!"

— Al-Hafizh Abu Thalib Ahmad bin Sazhr

Hal ini membuktikan bahwa tendensi Imam An-Nasa'i bukanlah sekadar memperbanyak kuantitas koleksi riwayat, melainkan niat luhur memberikan nasihat bagi umat dan mensterilkan syari'at dari noda riwayat yang lemah dan bid'ah.

Kehati-hatian Tingkat Tinggi (Amanah Ilmiah)

Kisah Menyimak Hadits dari Balik Pintu Al-Harits bin Miskin

Ketika menimba ilmu dari gurunya, Al-Harits bin Miskin di Mesir, sempat terjadi sedikit kerenggangan hubungan pribadi yang membuat Imam An-Nasa'i enggan menampakkan diri secara langsung di dalam majlis. Karena rasa hausnya akan ilmu, beliau memilih duduk dan menyimak dari balik pintu atau celah lokasi yang memungkinkannya mendengar pembacaan hadits sang qari' tanpa terlihat oleh Al-Harits.

Bukti luar biasa atas kejujuran dan ketelitian beliau: dalam kitab Sunan-nya, beliau tidak pernah berani menggunakan lafazh "Haddatsana" (telah menceritakan kepada kami) atau "Akhbarana" dari Al-Harits, melainkan selalu memakai diksi sangat presisi:
"قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ"
("Dengan cara dibacakan kepadanya, sementara aku ikut mendengar").

Rihlah Ilmiah Menjelajah Timur & Barat

Mengarungi pusat hadits dunia hingga benteng perbatasan Romawi

Masa lawatan ilmiah Imam An-Nasa'i merupakan fase pematangan intelektual yang luar biasa luas. Beliau mengarungi berbagai penjuru dunia Islam di timur dan barat untuk mengumpulkan hadits dari para syaikh dan huffazh:

1

Khurasan

Nasa', Merv, Nishapur, Balkh

2

Iraq

Baghdad, Kufah, dan Bashrah

3

Al-Jazirah

Harran, Maushil (Mosul) & sekitarnya

4

Negeri Syam

Damaskus, Homs, dan sekitarnya

5

Wilayah Perbatasan (*Ats-Tsughur*)

Perbatasan Islam dengan Romawi

6

Tanah Suci Hijaz

Makkah al-Mukarramah & Madinah

7

Negeri Mesir (Pusat Dakwah & Penulisan)

Kota di mana beliau lama menetap, mengajarkan hadits, dan melahirkan murid-murid besar sebelum pindah ke Syam.

Mata Rantai Sanad: Guru & Murid

Dari Qutaibah & Hisyam hingga melahirkan Ath-Thahawi & Ath-Thabarani

Di antara guru-guru beliau yang riwayatnya tercatat abadi di dalam kitab Sunan An-Nasa'i adalah:
1. Qutaibah bin Sa’id
2. Ishaq bin Ibrahim (Rahuyah)
3. Hisyam bin ‘Ammar (Syam)
4. Suwaid bin Nashr
5. Ahmad bin ‘Abdah Adl-Dhabbi
6. Abu Thahir bin as-Sarh
7. Yusuf bin ‘Isa Az-Zuhri
8. Ishaq bin Rahawaih
9. Al-Harits bin Miskin
10. Ali bin Kasyram
11. Imam Abu Dawud (Penulis Sunan)
12. Imam Abu 'Isa At-Tirmidzi

Persaksian Para Ulama

Pengakuan para maestro hadits atas keunggulan, ketelitian, dan kredibilitas beliau

"Beliau tergolong dari kalangan imam kaum muslimin... beliau adalah imam dalam bidang hadits dengan tanpa ada pertentangan."

AN
Abu 'Ali An-Naisaburi

"Abu Abdirrahman (An-Nasa'i) lebih didahulukan dari semua orang yang disebutkan dalam disiplin ilmu hadits ini pada masanya!"

Al-Imam Ad-Daruquthni (Pakar 'Ilal Terbesar) Pujian Otoritatif

"Aku ridha beliau sebagai hujjah antara aku dengan Allah Ta'ala."

BH
Abu Bakr Al-Haddad Asy-Syafi'i

"Beliau adalah salah seorang imam kaum muslimin yang paling diandalkan."

TH
Manshur bin Isma'il & Imam Ath-Thahawi

"Beliau adalah seorang imam dalam bidang hadits, tsiqah, tsabat (kokoh tak tergoyahkan), dan hafizh."

SY
Abu Sa'id bin Yunus (Sejarawan Mesir)

"Beliau adalah seorang imam sejati, dan sangat berhak menyandang gelar imam."

QM
Al-Qasim Al-Muththarriz

"Beliau hafizh kapabel yang diridhai para huffazh. Ulama sepakat atas kekuatan hafalannya, ketekunannya, dan perkataannya menjadi rujukan utama dalam *Jarh wa Ta'dil*."

KL
Al-Hafizh Abu Ya'la Al-Khalili

"Beliau adalah seorang imam besar dalam disiplin ilmu hadits ini tanpa ragu."

NQ
Al-Hafizh Ibnu Nuqthah

"Beliau adalah seorang imam yang sangat menonjol, dari kalangan para hafizh, dan tokoh kenamaan dunia."

MZ
Al-Hafizh Al-Mizzi (Tahdzib al-Kamal)

Hasil Karya & Warisan Monumental

17 Karya emas dalam disiplin sunan, 'ilal, rijal, dan tafsir

1
Salah Satu Kutubus Sittah

1. As-Sunan ash-Shughra (Al-Mujtaba)

Kitab ringkasan pilihan terbaik yang disaring dari *As-Sunan al-Kubra*. Banyak ulama (seperti Ibnu Hajar) menilainya memiliki derajat keshahihan dan syarat perawi paling ketat setelah Shahih Bukhari & Shahih Muslim.

2
Ensiklopedi Induk

2. As-Sunan al-Kubra

Koleksi hadits raksasa yang mencakup ribuan hadits hukum, 'ilat sanad, variasi jalur periwayatan, serta catatan kritik transmisi secara lengkap.

3. Kitab Al-Kuna
4. Khasha`isu ‘Ali (Keutamaan Sayyidina Ali)
5. ‘Amalu Al-Yaum wa Al-Lailah
6. At-Tafsir
7. Adl-Dlu’afa wa al-Matrukin
8. Tasmiyatu Fuqaha`i Al-Amshar
9. Tasmiyatu man lam yarwi ‘anhu ghairu rajulin wahid
10. Dzikru man haddatsa ‘anhu Ibnu Abi ‘Arubah
11. Musnad ‘Ali bin Abi Thalib
12. Musnad Hadits Malik
13. Asma`u ar-Ruwah wa at-Tamyiz bainahum
14. Al-Ikhwah
15. Al-Ighrab
16. Musnad Manshur bin Zadzan
17. Al-Jarhu wa at-Ta’dil

Wafatnya Sang Singa Hadits

Perjalanan akhir dari Damaskus dan peristirahatan mulia di Makkah

Setahun menjelang kemangkatannya, Imam An-Nasa'i berpindah dari Mesir menuju Damsyik (Damaskus, Syam). Meskipun terdapat ragam riwayat mengenai lokasi wafat beliau, pakar hadits agung Al-Imam Ad-Daruquthni menegaskan bahwa beliau wafat di Makkah al-Mukarramah dan dikebumikan di tanah suci di antara bukit Shafa dan Marwah. Pendapat ini turut dikuatkan oleh riwayat Abdullah bin Mandah dari Hamzah al-'Uqbi al-Mishri.

رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى رَحْمَةً وَاسِعَةً وَأَجْزَلَ لَهُ الْمَثُوبَةَ

"Semoga Allah Ta'ala senantiasa melimpahkan rahmat seluas-luasnya, menerima segala amal baktinya dalam menjaga kemurnian sunnah, dan menempatkannya di derajat tertinggi para syuhada dan shalihin."

Uji Pemahaman (Kuis Singkat)

Asah wawasan seputar keistimewaan dan biografi Imam An-Nasa'i

Skor: 0/3

1. Pada usia berapakah Imam An-Nasa'i memulai rihlah ilmunya menemui guru besarnya Qutaibah bin Sa'id di Baghlan?

2. Mengapa Imam An-Nasa'i selalu menggunakan lafazh periwayatan khusus: "Qira'atan 'alayhi wa ana asma'" saat meriwayatkan dari Al-Harits bin Miskin?

3. Di manakah makam Imam An-Nasa'i menurut ketetapan Al-Hafizh Ad-Daruquthni dan Ibnu Mandah?

Disusun & Diselaraskan oleh Tim SAIRA 54% Islam — Menyajikan Khazanah Biografi Shahabat & Ulama Salaf dengan Keindahan Estetika Modern.