Biografi Imam Muslim
Biografi Lengkap Imam Muslim
أَبُو الْحُسَيْنِ مُسْلِمُ بْنُ الْحَجَّاجِ الْقُشَيْرِيُّ النَّيْسَابُورِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ
Kisah lengkap penyusun kitab hadits paling sistematis sepanjang masa, Al-Jami' ash-Shahih (Shahih Muslim). Berkelana sejak usia belia mengarungi jazirah ilmu, menghimpun ratusan ribu hadits dari 220+ guru besar, dan dinobatkan para ulama sebagai salah satu dari empat Huffazh Dunia.
Pertumbuhan & Nasab Beliau
Nama lengkap, kuniyah, nasab mulia, serta ciri-ciri fisik beliau
Muslim bin al Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi
Abul Husain (disebut juga Abdul Husain)
Dua Sandaran Nasab Beliau:
Merupakan nisbah kepada qabilah afiliasi beliau (Bani Qusyair). Sebagian ulama menyebutkan bahwa Al-Qusyairi adalah keturunan Arab asli, dan sebagian berpendapat nisbah perwalian (*wala'*).
Nisbah kepada tanah kelahiran dan kediaman beliau, yaitu kota **Naisabur** (Nishapur) — salah satu metropolitan peradaban Islam teragung di wilayah Khurasan.
Tanggal & Tahun Lahir
Para ulama berbeda riwayat mengenai kepastian tahun kelahiran beliau: sebagian berpendapat beliau dilahirkan pada tahun 204 Hijriah, sedangkan sebagian lainnya meriwayatkan pada tahun 206 Hijriah.
Ciri-Ciri Fisik Beliau
Beliau memiliki perawakan yang tegap berwibawa, berambut dan berjenggot putih memancarkan aura keshalihan, serta memiliki kebiasaan khas menjuntaikan ujung surbannya (*'imamah*) di antara kedua belikat punggungnya.
Aktifitas Menimba Ilmu
Ekosistem ilmu Naisabur, bimbingan sang ayah, dan majelis pertama usia 14 tahun
Sesungguhnya lingkungan tempat tumbuh kembang Imam Muslim memberikan peluang yang sangat luas untuk mereguk ilmu yang bermanfaat. Kota Naisabur pada masa itu merupakan salah satu sentra peradaban dunia Islam yang sarat peninggalan atsar Pemilik Syari'at. Hiruk-pikuk kaum muslimin yang tekun mempelajari dan mentransmisikan hadits menciptakan iklim yang sangat subur bagi jiwa muda Imam Muslim.
Dorongan Keluarga & Sang Ayah:
Para ulama mencatat bahwa orang tua beliau, Al-Hajjaj, adalah bagian dari kalangan masyayikh yang senantiasa mencurahkan perhatian besar terhadap ilmu agama. Dukungan penuh keluarga menjadi motor penggerak kejeniusan Imam Muslim kecil.
Peluang emas yang terpampang luas di depan matanya sama sekali tidak disia-siakan. Imam Muslim mulai mendengarkan hadits secara resmi di negerinya pada tahun 218 Hijriah dari gurunya, Syaikh Yahya bin Yahya At-Tamimi — seorang imam besar Khurasan — saat umur beliau baru menginjak empat belas tahun.
Rihlah Ilmiah Menuntut Hadits
Syi'ar para muhadditsin dan dua babak penjelajahan antar-negeri
Rihlah (pengembaraan intelektual) merupakan syi'ar dan mahkota para ahlul hadits pada abad-abad pertama Islam, mengingat terpencarnya para sahabat dan tabi'in pengusung sunnah di berbagai penjuru bumi. Imam Muslim pun menapaki jalan para pendahulunya melalui dua etape perjalanan monumental:
Dilakukan saat beliau masih sangat muda belia. Dalam perjalanan suci ini beliau berjumpa dengan syaikhnya, Abdullah bin Maslamah al-Qa'nabi di Makkah al-Mukarramah dan menyimak hadits darinya. Dalam rute perjalanan di Kufah, beliau juga menyerap riwayat dari Ahmad bin Yunus serta beberapa ulama lainnya, sebelum kemudian kembali ke Naisabur.
Pengembaraan panjang yang jauh lebih luas dan mendalam. Beliau berkeliling menjumpai para pembawa sanad tertinggi, menyaring ribuan hadits dari puluhan kota metropolitan, hingga mengantarkannya ke maqam *Imamul Hadits* yang diakui zamannya.
Wilayah & Negeri yang Pernah Dimasuki Beliau:
Mata Rantai Sanad: Guru & Murid
220 Guru dalam Shahih Muslim & lahirnya generasi muhadditsin
Abdullah bin Maslamah Al-Qa'nabi
Guru beliau yang paling tua (*as-Syaikh al-Akbar*)
Al-Imam Muhammad bin Isma'il Al-Bukhari
Guru mulia & rujukan utama dalam *'ilal hadits*
Al-Imam Ahmad bin Hambal
Imam Ahlus Sunnah wal Jama'ah
Al-Imam Ishaq bin Rahuyah (Rahawaih)
Al-Faqih, Al-Mujtahid, Al-Hafizh terkemuka Khurasan
Yahya bin Ma'in
Imam agung dalam disiplin *Jarh wa Ta'dil*
Ishaq bin Manshur al-Kausaj
Ulama hadits & fiqih Naisabur
Abu Bakar bin Abi Syaibah
Penyusun kitab monumental *Al-Mushannaf*
Abdullah bin Abdurrahman Ad-Darimi
Penulis *Sunan Ad-Darimi* dari Samarkand
Abu Kuraib Muhammad bin Al-'Alaa`
Salah satu perawi hadits terbanyak di Kufah
Muhammad bin Abdullah bin Numair
Tokoh hafizh besar Kufah
'Abd bin Humaid
Penyusun *Musnad 'Abd bin Humaid*
Persaksian Para Ulama
Pengakuan keilmuan, ketelitian sanad, dan keluhuran derajat Imam Muslim
"Sekali-kali kami tidak akan kehilangan kebaikan selama Allah menetapkan engkau bagi kaum muslimin."
"Huffazh dunia itu ada empat: Abu Zur'ah di ar-Ray, Muslim di an-Naisabur, Abdullah Ad-Darimi di Samarkand, dan Muhammad bin Isma'il di Bukhara."
"(Muslim) merupakan ulama manusia, lumbung ilmu, dan aku tidak mengetahuinya kecuali kebaikan."
"Saya melihat Abu Zur'ah dan Abu Hatim selalu mengutamakan Muslim bin al-Hajjaj dalam perkara hadits shahih ketimbang para masyayikh zaman keduanya."
"Saya menulis hadits darinya di Ray, dia tsiqah dari kalangan huffazh dengan ilmu mendalam. Ketika ayahku ditanya tentangnya, beliau menjawab: (Muslim) Shaduuq (sangat jujur)."
"Tsiqah (terpercaya), mempunyai kedudukan yang agung, termasuk dari kalangan para imam terkemuka."
"Dia sangat familier sekali bagi umat untuk disebutkan keutamaannya yang melimpah."
"(Muslim) merupakan salah seorang a`immah (pemimpin teladan) dan penghafal hadits nomor wahid."
"Beliau termasuk salah seorang dari para imam rujukan dunia."
"Termasuk salah seorang dari para imam penghafal hadits kenamaan sepanjang sejarah."
"Beliau merupakan salah seorang dari para imam penghafal hadits yang menjadi mercusuar umat."
"Imam besar, hafizh lagi mumpuni, hujjah yang kokoh serta pribadi yang lurus dan terpercaya."
Hasil Karya & Warisan Emas
Kitab-kitab yang lestari sampai hari ini dan khasanah yang tercecer
A. Karya-Karya yang Sampai Kepada Kita (Eksis & Dicetak)
1. Al-Jami' ash-Shahih (Shahih Muslim)
Kitab rujukan hadits paling shahih nomor 2 setelah Al-Qur'an dan Shahih Bukhari. Diakui ulama memiliki keunggulan tertinggi dalam sistematika susunan bab (*husnut tartib*), tanpa memecah matan hadits ke dalam bab-bab fiqih yang berbeda.
B. Karya-Karya yang Tidak Sampai Kepada Kita (Disebutkan dalam Tarikh)
Wafatnya Sang Amir Hadits
Kembalinya sang penjaga sunnah ke haribaan Ilahi Rabbi
Imam Muslim wafat pada hari Ahad sore, dan dikebumikan di kampung Nasr Abad — salah satu daerah di luar kota Naisabur — pada hari Senin, 25 Rajab 261 H (bertepatan dengan tanggal 5 Mei 875 M) dalam usia beliau 55 tahun.
رَحِمَهُ اللَّهُ رَحْمَةً وَاسِعَةً وَجَزَاهُ عَنِ الإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ خَيْرَ الْجَزَاءِ
"Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat yang seluas-luasnya kepada beliau dan membalas jasa baktinya bagi Islam dan kaum muslimin dengan balasan yang terindah."
Uji Pemahaman (Kuis Singkat)
Asah daya ingat seputar biografi Imam Muslim
1. Di kota manakah Imam Muslim dilahirkan dan mulai menimba ilmu hadits?
2. Siapakah guru pertama yang disimak haditsnya oleh Imam Muslim pada tahun 218 H saat beliau berusia 14 tahun?
3. Siapakah ulama besar yang menyatakan: "Huffazh dunia itu ada empat...", menyejajarkan Imam Muslim dengan Bukhari, Ad-Darimi, dan Abu Zur'ah?