Decorative Leaves Header Left
Decorative Islamic Element Header

Biografi Imam Muslim

Oktober 22, 2026 saira54persen
Biografi Lengkap Imam Muslim: Syaikhul Islam & Penulis Shahih Muslim — SAIRA 54% Islam
Beranda / Biografi Ulama Hadits / Imam Muslim
Waktu Baca: ~8 Menit Update: 2022
Biografi Lengkap Imam Muslim
Syaikhul Islam & Tokoh Shahihain

Biografi Lengkap Imam Muslim

أَبُو الْحُسَيْنِ مُسْلِمُ بْنُ الْحَجَّاجِ الْقُشَيْرِيُّ النَّيْسَابُورِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ

Kisah lengkap penyusun kitab hadits paling sistematis sepanjang masa, Al-Jami' ash-Shahih (Shahih Muslim). Berkelana sejak usia belia mengarungi jazirah ilmu, menghimpun ratusan ribu hadits dari 220+ guru besar, dan dinobatkan para ulama sebagai salah satu dari empat Huffazh Dunia.

Ukuran:
204 / 206 H
Tahun Kelahiran
220+ Guru
Di Shahih Muslim
4 Huffazh
Poros Hafizh Dunia
261 H / 55 Th
Wafat di Naisabur

Pertumbuhan & Nasab Beliau

Nama lengkap, kuniyah, nasab mulia, serta ciri-ciri fisik beliau

Nama Lengkap

Muslim bin al Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi

Kuniyah Beliau

Abul Husain (disebut juga Abdul Husain)

Dua Sandaran Nasab Beliau:

1 Al-Qusyairi (القشيري)

Merupakan nisbah kepada qabilah afiliasi beliau (Bani Qusyair). Sebagian ulama menyebutkan bahwa Al-Qusyairi adalah keturunan Arab asli, dan sebagian berpendapat nisbah perwalian (*wala'*).

2 An-Naisaburi (النيسابوري)

Nisbah kepada tanah kelahiran dan kediaman beliau, yaitu kota **Naisabur** (Nishapur) — salah satu metropolitan peradaban Islam teragung di wilayah Khurasan.

Tanggal & Tahun Lahir

Para ulama berbeda riwayat mengenai kepastian tahun kelahiran beliau: sebagian berpendapat beliau dilahirkan pada tahun 204 Hijriah, sedangkan sebagian lainnya meriwayatkan pada tahun 206 Hijriah.

Ciri-Ciri Fisik Beliau

Beliau memiliki perawakan yang tegap berwibawa, berambut dan berjenggot putih memancarkan aura keshalihan, serta memiliki kebiasaan khas menjuntaikan ujung surbannya (*'imamah*) di antara kedua belikat punggungnya.

Aktifitas Menimba Ilmu

Ekosistem ilmu Naisabur, bimbingan sang ayah, dan majelis pertama usia 14 tahun

Sesungguhnya lingkungan tempat tumbuh kembang Imam Muslim memberikan peluang yang sangat luas untuk mereguk ilmu yang bermanfaat. Kota Naisabur pada masa itu merupakan salah satu sentra peradaban dunia Islam yang sarat peninggalan atsar Pemilik Syari'at. Hiruk-pikuk kaum muslimin yang tekun mempelajari dan mentransmisikan hadits menciptakan iklim yang sangat subur bagi jiwa muda Imam Muslim.

Dorongan Keluarga & Sang Ayah:

Para ulama mencatat bahwa orang tua beliau, Al-Hajjaj, adalah bagian dari kalangan masyayikh yang senantiasa mencurahkan perhatian besar terhadap ilmu agama. Dukungan penuh keluarga menjadi motor penggerak kejeniusan Imam Muslim kecil.

Peluang emas yang terpampang luas di depan matanya sama sekali tidak disia-siakan. Imam Muslim mulai mendengarkan hadits secara resmi di negerinya pada tahun 218 Hijriah dari gurunya, Syaikh Yahya bin Yahya At-Tamimi — seorang imam besar Khurasan — saat umur beliau baru menginjak empat belas tahun.

Rihlah Ilmiah Menuntut Hadits

Syi'ar para muhadditsin dan dua babak penjelajahan antar-negeri

Rihlah (pengembaraan intelektual) merupakan syi'ar dan mahkota para ahlul hadits pada abad-abad pertama Islam, mengingat terpencarnya para sahabat dan tabi'in pengusung sunnah di berbagai penjuru bumi. Imam Muslim pun menapaki jalan para pendahulunya melalui dua etape perjalanan monumental:

Etape 1: Rihlah Haji di Usia Belia 220 Hijriah

Dilakukan saat beliau masih sangat muda belia. Dalam perjalanan suci ini beliau berjumpa dengan syaikhnya, Abdullah bin Maslamah al-Qa'nabi di Makkah al-Mukarramah dan menyimak hadits darinya. Dalam rute perjalanan di Kufah, beliau juga menyerap riwayat dari Ahmad bin Yunus serta beberapa ulama lainnya, sebelum kemudian kembali ke Naisabur.

Etape 2: Rihlah Akbar Mengelilingi Dunia Islam Sebelum 230 H

Pengembaraan panjang yang jauh lebih luas dan mendalam. Beliau berkeliling menjumpai para pembawa sanad tertinggi, menyaring ribuan hadits dari puluhan kota metropolitan, hingga mengantarkannya ke maqam *Imamul Hadits* yang diakui zamannya.

Wilayah & Negeri yang Pernah Dimasuki Beliau:

Khurasan & Sekitarnya
Kota Ar-Ray
Iraq (Kufah, Bashrah, Baghdad)
Hijaz (Makkah & Madinah)
Negeri Syam
Negeri Mesir

Mata Rantai Sanad: Guru & Murid

220 Guru dalam Shahih Muslim & lahirnya generasi muhadditsin

Al-Hafizh Adz-Dzahabi mencatat tidak kurang dari 220 orang guru yang haditsnya diriwayatkan langsung oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, di samping ratusan guru lainnya di luar kitab Shahih.
1

Abdullah bin Maslamah Al-Qa'nabi

Guru beliau yang paling tua (*as-Syaikh al-Akbar*)

2

Al-Imam Muhammad bin Isma'il Al-Bukhari

Guru mulia & rujukan utama dalam *'ilal hadits*

3

Al-Imam Ahmad bin Hambal

Imam Ahlus Sunnah wal Jama'ah

4

Al-Imam Ishaq bin Rahuyah (Rahawaih)

Al-Faqih, Al-Mujtahid, Al-Hafizh terkemuka Khurasan

5

Yahya bin Ma'in

Imam agung dalam disiplin *Jarh wa Ta'dil*

6

Ishaq bin Manshur al-Kausaj

Ulama hadits & fiqih Naisabur

7

Abu Bakar bin Abi Syaibah

Penyusun kitab monumental *Al-Mushannaf*

8

Abdullah bin Abdurrahman Ad-Darimi

Penulis *Sunan Ad-Darimi* dari Samarkand

9

Abu Kuraib Muhammad bin Al-'Alaa`

Salah satu perawi hadits terbanyak di Kufah

10

Muhammad bin Abdullah bin Numair

Tokoh hafizh besar Kufah

11

'Abd bin Humaid

Penyusun *Musnad 'Abd bin Humaid*

Persaksian Para Ulama

Pengakuan keilmuan, ketelitian sanad, dan keluhuran derajat Imam Muslim

"Sekali-kali kami tidak akan kehilangan kebaikan selama Allah menetapkan engkau bagi kaum muslimin."

IM
Ishaq bin Manshur al-Kausaj

"Huffazh dunia itu ada empat: Abu Zur'ah di ar-Ray, Muslim di an-Naisabur, Abdullah Ad-Darimi di Samarkand, dan Muhammad bin Isma'il di Bukhara."

BD
Muhammad bin Basysyar (Bundar)

"(Muslim) merupakan ulama manusia, lumbung ilmu, dan aku tidak mengetahuinya kecuali kebaikan."

MF
Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Farra`

"Saya melihat Abu Zur'ah dan Abu Hatim selalu mengutamakan Muslim bin al-Hajjaj dalam perkara hadits shahih ketimbang para masyayikh zaman keduanya."

AS
Ahmad bin Salamah An-Naisaburi

"Saya menulis hadits darinya di Ray, dia tsiqah dari kalangan huffazh dengan ilmu mendalam. Ketika ayahku ditanya tentangnya, beliau menjawab: (Muslim) Shaduuq (sangat jujur)."

IH
Ibnu Abi Hatim ar-Razi

"Tsiqah (terpercaya), mempunyai kedudukan yang agung, termasuk dari kalangan para imam terkemuka."

MQ
Maslamah bin Qasim al-Andalusi

"Dia sangat familier sekali bagi umat untuk disebutkan keutamaannya yang melimpah."

AY
Abu Ya'la Al-Khalili

"(Muslim) merupakan salah seorang a`immah (pemimpin teladan) dan penghafal hadits nomor wahid."

KB
Al-Khatib Al-Baghdadi

"Beliau termasuk salah seorang dari para imam rujukan dunia."

SM
Al-Imam As-Sam'ani

"Termasuk salah seorang dari para imam penghafal hadits kenamaan sepanjang sejarah."

IA
Al-Allamah Ibnul Atsir

"Beliau merupakan salah seorang dari para imam penghafal hadits yang menjadi mercusuar umat."

IK
Al-Hafizh Ibnu Katsir

"Imam besar, hafizh lagi mumpuni, hujjah yang kokoh serta pribadi yang lurus dan terpercaya."

DZ
Al-Hafizh Adz-Dzahabi (Siyar A'lam An-Nubala)

Hasil Karya & Warisan Emas

Kitab-kitab yang lestari sampai hari ini dan khasanah yang tercecer

A. Karya-Karya yang Sampai Kepada Kita (Eksis & Dicetak)

1
Mahakarya Abadi

1. Al-Jami' ash-Shahih (Shahih Muslim)

Kitab rujukan hadits paling shahih nomor 2 setelah Al-Qur'an dan Shahih Bukhari. Diakui ulama memiliki keunggulan tertinggi dalam sistematika susunan bab (*husnut tartib*), tanpa memecah matan hadits ke dalam bab-bab fiqih yang berbeda.

2 Al-Kuna wa Al-Asma’
3 Al-Munfaridaat wa al-Wihdan
4 Ath-Thabaqaat
5 Rijalu ‘Urwah bin Az-Zubair
6 At-Tamyiz

B. Karya-Karya yang Tidak Sampai Kepada Kita (Disebutkan dalam Tarikh)

1. Al-Musnad al-Kabir 'Ala ar-Rijal
2. Al-Jami' al-Kabir
3. Al-'Ilal
4. Al-Afraad
5. Al-Aqraan
6. Su`alaat Muslim
7. Hadits 'Amru bin Syu'aib
8. Al-Intifaa' bi`Ahabbi as-Sibaa'
9. Masyayikhu Malik
10. Masyayikhu Ats-Tsauri
11. Masyayikhu Syu'bah
12. Man Laisa Lahu Illa Raawin Waahid
13. Kitab al-Mukhadldlramin
14. Awladu ash-Shahabah
15. Dzikru Awhaami al-Muhadditsin
16. Afraadu Asy-Syamiyyin

Wafatnya Sang Amir Hadits

Kembalinya sang penjaga sunnah ke haribaan Ilahi Rabbi

Imam Muslim wafat pada hari Ahad sore, dan dikebumikan di kampung Nasr Abad — salah satu daerah di luar kota Naisabur — pada hari Senin, 25 Rajab 261 H (bertepatan dengan tanggal 5 Mei 875 M) dalam usia beliau 55 tahun.

رَحِمَهُ اللَّهُ رَحْمَةً وَاسِعَةً وَجَزَاهُ عَنِ الإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ خَيْرَ الْجَزَاءِ

"Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat yang seluas-luasnya kepada beliau dan membalas jasa baktinya bagi Islam dan kaum muslimin dengan balasan yang terindah."

Uji Pemahaman (Kuis Singkat)

Asah daya ingat seputar biografi Imam Muslim

Skor: 0/3

1. Di kota manakah Imam Muslim dilahirkan dan mulai menimba ilmu hadits?

2. Siapakah guru pertama yang disimak haditsnya oleh Imam Muslim pada tahun 218 H saat beliau berusia 14 tahun?

3. Siapakah ulama besar yang menyatakan: "Huffazh dunia itu ada empat...", menyejajarkan Imam Muslim dengan Bukhari, Ad-Darimi, dan Abu Zur'ah?

Disusun & Diselaraskan oleh Tim SAIRA 54% Islam — Menyajikan Khazanah Biografi Shahabat & Ulama Salaf dengan Keindahan Estetika Modern.