Decorative Leaves Header Left
Decorative Islamic Element Header

Biografi Imam Malik

Oktober 22, 2026 saira54persen
Biografi Lengkap Imam Malik bin Anas: Imam Darul Hijrah & Penulis Al-Muwaththa' — SAIRA 54% Islam
Beranda / Empat Madzhab Fiqih & Salaf / Imam Malik bin Anas
Waktu Baca: ~9 Menit Update: 2022
Biografi Lengkap Imam Malik bin Anas
Imam Darul Hijrah & Penulis Al-Muwaththa'

Biografi Lengkap Imam Malik bin Anas

أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ الْأَصْبَحِيُّ الْمَدَنِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ

Kisah sang bintang para ulama (*an-Najm*), mufti agung tanah haram Madinah Munawwarah, pendiri Madzhab Maliki, guru Al-Imam Asy-Syafi'i, dan penyusun kitab hadits-hukum pertama paling otentik di muka bumi: Al-Muwaththa'.

Ukuran:
93 Hijriah
Lahir di Madinah
Usia 21 Th
Membuka Majelis Fatwa
70 Ulama
Bersaksi Kelayakannya
179 H / 85 Th
Makam di Baqi' Madinah

Pertumbuhan, Nasab & Karakter Fisik

Silsilah kearaban, kuniyah, kewibawaan lahiriah, dan keanggunan busana beliau

Nama Lengkap & Silsilah

Mâlik bin Anas bin Mâlik bin Abi Âmir bin 'Amru bin Al-Harits bin Ghailân bin Hasyat bin 'Amru bin Al-Harits.

Kuniyah Beliau

Abu 'Abdillah (أَبُو عَبْدِ اللَّهِ)

Tahun Kelahiran

93 Hijriah (tahun wafatnya sahabat Anas bin Malik ra)

1 Al-Ashbahi (الأَصْبَحِيُّ)

Nisbah kepada kakek buyutnya, Dzi Ashbah, dari suku bangsa Himyar — salah satu qabilah bangsawan termulia di Yaman kuno.

2 Al-Madani (الْمَدَنِيُّ)

Nisbah kepada kota Madinah Munawwarah, kota tempat lahir, berakar, mengajar, berijtihad, hingga peristirahatan abadi beliau.

Kewibawaan Fisik & Tradisi Keindahan Busana

Imam Malik adalah sosok yang berpostur tinggi besar dan tegap, bermata biru, berambut putih bersih, serta berjenggot lebat putih tanpa menggunakan semir rambut, dan beliau senantiasa merapikan kumisnya.

Penghormatan Terhadap Majelis Hadits:

Beliau sangat gemar mengenakan busana yang bersih, halus, dan putih memancarkan aura ketenangan. Beliau sering berganti pakaian yang harum semerbak, memakai serban rapi dengan ujung serban yang menjuntai di bawah dagunya (*tahannuk*). Beliau tidak pernah membacakan hadits Rasulullah ﷺ kecuali dalam keadaan telah berwudhu, memakai pakaian terbagus, dan menyalakan dupa wewangian demi mengagungkan sabda Nabi ﷺ.

Aktifitas Menimba Ilmu di Kota Nabi

Tumbuh dalam keluarga ulama hadits dan berguru pada Ibnu Hurmuz

Imam Malik tumbuh di tengah-tengah samudera ilmu pengetahuan dan keluarga pecinta sunnah di kota Darul Hijrah — mata air peninggalan syari'at dan kota rujukan utama para alim ulama. Di usia yang masih sangat belia, beliau telah menuntaskan hafalan Al-Qur'anul Karim, menghafal atsar-atsar sunnah, dan rutin menghadiri halaqah para kibar tabi'in. Guru pertama yang beliau lazimi dalam waktu panjang adalah ulama besar Madinah, Abdurrahman bin Hurmuz.

Kakeknya (Malik bin Abi 'Amir) dan ayahnya (Anas) serta paman-pamannya (seperti Abu Sahl Nafi' bin Malik) adalah tokoh-tokoh ulama hadits terkemuka di Madinah. Sejak kecil, beliau menekuni periwayatan langsung dari ayah dan paman-pamannya, di samping menjumpai deretan tabi'in sepuh.

Mengapa Imam Malik Tidak Pernah Rihlah Keluar Hijaz?

Meskipun memiliki kelebihan hafalan dan kecerdasan luar biasa, Imam Malik tidak pernah mengadakan rihlah ilmiah ke luar wilayah Hijaz. Beliau memandang bahwa kota Madinah telah mencukupi segala sumber ilmu, karena di sanalah para Shahabat Nabi ﷺ bermukim, mewariskan sunnah amaliyah, dan mentransmisikan ajaran murni kepada para tabi'in. Justru seluruh dunia Islam-lah yang berbondong-bondong datang ke Madinah untuk mengambil ilmu dari Imam Malik!

Majelis di Masjid Nabawi & Syarat Fatwa

Membuka majelis usia 21 tahun dan kehati-hatian luar biasa dalam berfatwa

Meskipun tidak pernah meninggalkan tanah kelahirannya, Imam Malik telah diakui sebagai rujukan fatwa tertinggi umat Islam. Beliau mendirikan majelis ilmu dan fatwa resmi di Masjid Nabawi pada saat berusia dua puluh satu tahun — di masa ketika gurunya yang agung, Syaikh Nafi' maula Ibnu Umar, masih hidup bugar.

Prinsip Integritas Keilmuan

"Aku Tidak Berfatwa Hingga 70 Ulama Bersaksi..."

Imam Malik menuturkan tentang prinsip kehati-hatian dirinya dalam urusan agama:
"مَا أَفْتَيْتُ حَتَّى شَهِدَ لِي سَبْعُونَ أَنِّي أَهْلٌ لِذَلِكَ"
"Aku tidak berani duduk memberikan fatwa kepada manusia, hingga tujuh puluh orang ulama ahli Madinah bersaksi bahwa diriku benar-benar telah pantas dan mumpuni dalam masalah tersebut!"

Bahkan manakala beliau ditanya mengenai 48 masalah fiqih, dalam 32 masalah di antaranya beliau menjawab dengan lantang dan tawadhu: "Laa Adri" (Aku tidak tahu), demi menjaga amanah agama di hadapan Allah Ta'ala.

Guru-Guru Terkemuka Imam Malik

Mata rantai emas (*Silsilah adz-Dzahab*) dari Nafi', Az-Zuhri, hingga para Tabi'in

Guru yang paling menonjol dalam sanad beliau adalah Nafi' (mantan budak Abdullah bin 'Umar). Imam Malik memujinya: "Nafi' telah menyebarkan ilmu yang melimpah dari Ibnu 'Umar, bahkan lebih banyak daripada apa yang disebarkan oleh putra-putra kandung Ibnu Umar sendiri."
1 Nafi' (Maula Abdullah bin Umar)
2 Ibnu Syihab az-Zuhri (Imam Besar Hijaz)
3 Abu Az-Zinad Abdullah bin Zakwan
4. Hisyam bin ‘Urwah bin Az-Zubair
5. Yahya bin Sa’id Al-Anshari
6. Abdullah bin Dinar
7. Zaid bin Aslam (Maula Umar bin Khattab)
8. Abdullah bin Abi Bakr bin Hazm
9. Sa’id bin Abi Sa’id Al-Maqburi
10. Sami' (Maula Abu Bakar ash-Shiddiq)
11. Abdurrahman bin Hurmuz
12. Abu Sahl Nafi' bin Malik (Paman Beliau)

Empat Kelompok Istimewa Murid Beliau

Dari para guru, sahabat sezaman (Abu Hanifah & Ats-Tsauri), hingga Imam Syafi'i

1 Guru-Guru Beliau yang Meriwayatkan dari Imam Malik (*Riwayatul Akaabir*):

Muhammad bin Muslim bin Syihab az-Zuhri, Yahya bin Sa’id Al-Anshari, dan paman beliau sendiri: Abu Sahl Nafi’ bin Malik.

2 Kalangan Ulama Sejawat (*Agran*):

• Imam Abu Hanifah
• Sufyan Ats-Tsauri
• Al-Laits bin Sa'd (Mesir)
• Syu'bah bin al-Hajjaj
• Ma'mar bin Rasyid
• Abdul Malik bin Juraij

3 Ulama Besar yang Mengambil Ilmu Langsung dari Imam Malik:

• Al-Imam Asy-Syafi'i
• Abdullah bin al-Mubarak
• Yahya bin Sa'id al-Qaththan
• Abdurrahman bin Mahdi
• Waki' bin al-Jarrah

4 Tokoh-Tokoh Perawi Utama Kitab Al-Muwaththa`:

• Yahya bin Yahya Al-Laitsi (Riwayat Andalus)
• Abdullah bin Maslamah Al-Qa'nabi
• Abdullah bin Wahb al-Mishri
• Abdullah bin Yusuf At-Tunisi
• Abu Mush'ab Az-Zuhri

Persaksian Emas Para Ulama

Pujian Imam Syafi'i, Sufyan bin 'Uyainah, Al-Auza'i, dan para maestro

Sanjungan Sang Murid Teragung: Al-Imam Asy-Syafi'i

"إِذَا ذُكِرَ الْعُلَمَاءُ فَمَالِكٌ النَّجْمُ"

"Apabila nama-nama ulama disebut, maka Malik adalah bintangnya (*an-Najm*)! Malik adalah guruku, dan darinya aku mereguk ilmu."

Imam Syafi'i juga menegaskan: "Tidak ada di atas muka bumi ini kitab setelah Kitabullah yang lebih shahih daripada kitab Al-Muwaththa' milik Imam Malik."

"Malik merupakan orang alim penduduk Hijaz, dan beliau merupakan hujjah utama pada zamannya."

SU
Sufyan bin 'Uyainah

"Aku tidak akan pernah mengedepankan seseorang dalam masalah keshahihan sebuah hadits daripada Malik bin Anas."

BM
Abdurrahman bin Mahdi

"Apabila menyebut Imam Malik, beliau berseru: Beliau adalah 'Alimul 'Ulama (gurunya para ulama) dan Mufti Haramain!"

AZ
Al-Imam Al-Auza'i (Imam Syam)

"Malik merupakan sosok imam panutan yang paling patut untuk dicontoh dan diteladani umat."

YQ
Yahya bin Sa'id Al-Qaththan

"Malik merupakan hujjah Allah Ta'ala terhadap seluruh makhluk-Nya di muka bumi."

YM
Yahya bin Ma'in

"Beliau adalah rujukan sunnah Madinah, poros fiqih atsar, dan pilar keagungan hukum Islam."

MZ
Al-Hafizh Al-Mizzi

Hasil Karya & Mahakarya Spektakuler

Kitab Al-Muwaththa' yang melegenda dan risalah-risalah keilmuan beliau

الموطأ
Kitab Hadits & Fiqih Pertama dalam Islam

1. Kitab Al-Muwaththa` (المُوَطَّأ)

Dinamakan Al-Muwaththa' (artinya: yang dimudahkan / disepakati) karena sebelum diedarkan, kitab ini telah disodorkan dan disepakati oleh 70 ulama fukaha Madinah. Kitab ini memadukan hadits-hadits marfu', atsar shahabat, fatwa tabi'in, serta konsensus amalan penduduk Madinah (*'Amal Ahli al-Madinah*).

Kitab paling shahih di muka bumi sebelum hadirnya Shahih Bukhari & Shahih Muslim.

Risalah Ilmiah Beliau yang Lain:

2. Risalah fi al-Qadar
3. Risalah fi an-Nujum
4. Risalah fi al-Aqdliyyah
5. Risalah ila Abi Ghassan
6. Risalah Ijma' Ahli Madinah
7. Juz'un fi at-Tafsir
8. Kitabu as-Sirr
9. Risalah ila Harun ar-Rasyid

Wafatnya Sang Bintang Ulama

Malam 14 Shafar 179 H & Pemakaman di Pekuburan Baqi'

Setelah 85 tahun mendedikasikan hidupnya menjaga kemurnian sunnah di kota Rasulullah ﷺ, Imam Malik menghembuskan nafas terakhirnya pada malam hari, tanggal 14 Shafar tahun 179 Hijriah dalam usia 85 tahun. Jenazah beliau yang mulia dikebumikan di pekuburan bersejarah para sahabat dan ahlul bait, Jannatul Baqî` di Madinah Munawwarah.

رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى رَحْمَةً وَاسِعَةً وَجَزَاهُ عَنَّا وَعَنِ الإِسْلَامِ خَيْرَ الْجَزَاءِ

"Semoga Allah Ta'ala senantiasa melimpahkan rahmat seluas-luasnya, menempatkan beliau bersama para Nabi dan Shiddiqin, serta meridhai jasa baktinya bagi umat Islam."

Uji Pemahaman (Kuis Singkat)

Asah wawasan seputar biografi dan keistimewaan Imam Malik bin Anas

Skor: 0/3

1. Berapakah usia Imam Malik saat beliau mulai mendirikan majelis fatwa resmi di Masjid Nabawi?

2. Apa ungkapan terkenal Al-Imam Asy-Syafi'i saat memuji kedudukan gurunya, Imam Malik?

3. Di manakah makam Imam Malik bin Anas setelah beliau wafat pada tahun 179 H?

Disusun & Diselaraskan oleh Tim SAIRA 54% Islam — Menyajikan Khazanah Biografi Shahabat & Ulama Salaf dengan Keindahan Estetika Modern.