Biografi Imam Darimi
Biografi Lengkap Imam Ad-Darimi
أَبُو مُحَمَّدٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ السَّمَرْقَنْدِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ
Kisah sang imam hafizh paling kokoh (*atsbat*), pilar kebanggaan Samarkand, guru agung bagi Imam Muslim, Abu Daud, dan At-Tirmidzi, serta penyusun kitab hadits terkemuka Sunan Ad-Darimi yang diakui sebagai salah satu dari empat Huffazh Dunia.
Pertumbuhan & Nasab Beliau
Silsilah, kuniyah, penuturan tahun kelahiran, dan tiga nisbah kehormatan
Abdullah bin Abdurrahman bin al-Fadhl bin Bahram bin Abdush Shamad.
Abu Muhammad (أَبُو مُحَمَّدٍ)
181 Hijriah (tahun wafatnya Abdullah bin al-Mubarak)
Tiga Sandaran Nisbah Beliau:
Nisbah kepada qabilah Arab terkemuka dan luas, yaitu Bani Tamim.
Nisbah kepada Darim bin Malik dari keturunan Bani Tamim. Dengan nisbah inilah beliau paling masyhur di dunia Islam.
Nisbah kepada kota kediaman beliau, Samarkand — metropolitan Jalur Sutra yang sarat peradaban ilmu di wilayah Transoxiana.
"Aku dilahirkan pada tahun meninggalnya Abdullah bin al-Mubarak, yaitu tahun 181 Hijriah." (Sebagian sejarawan berpendapat dalam kisaran tahun 182 H).
Aktifitas Menimba Ilmu & Karakter Intelektual
Pikiran tajam, perpaduan tawadhu' yang agung, serta ketelitian ekstra dalam memilih sanad
Allah menganugerahkan kepada Imam Ad-Darimi kejeniusan akal, kejernihan pikiran, serta kekuatan hafalan yang sangat istimewa, terkhusus dalam disiplin ilmu hadits nabawi. Beliau menjumpai para masyayikh terpandang dan menimba ilmu dari mereka dengan kesungguhan luar biasa.
Ketawadhuan Mengambil Ilmu
Beliau adalah sosok yang sangat rendah hati (*tawadldlu'*). Beliau tidak gengsi menyimak hadits baik dari kibarul ulama (ulama senior sepuh), shigharul ulama (ulama muda), hingga dari kalangan teman sejawatnya sendiri demi menyelamatkan satu faedah hadits.
Kehati-hatian yang Sangat Selektif
Kendati tawadhu', beliau adalah sosok filter yang sangat ketat dan berhati-hati. Beliau hanya meriwayatkan hadits dari orang-orang yang benar-benar terbukti tsiqah (terpercaya), adil, dan kokoh hafalannya, serta pantang meriwayatkan dari perawi yang diragukan.
Rihlah Ilmiah Menjelajah Penjuru Negeri
Mengitari sentra-sentra peninggalan sunnah dari Samarkand hingga Haramain
Rihlah dalam rangka menuntut ilmu merupakan syi'ar dan watak paling menonjol dari ahlul hadits abad pertama dan kedua, mengingat tersebarnya sanad atsar di berbagai penjuru bumi. Imam Ad-Darimi pun berkelana melintasi berbagai negeri Islam:
Guru-Guru Terkemuka Beliau
Mata rantai sanad dari Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ma'in, hingga Kibar Muhadditsin
Murid-Murid Agung Imam Ad-Darimi
Ketika para perumus Kutubus Sittah berbondong-bondong mereguk ilmu darinya
Tiga Penulis Kitab Induk Hadits Berguru Langsung Kepada Ad-Darimi:
Imam Muslim dan Imam At-Tirmidzi sangat banyak menyandarkan riwayat hadits di kitab Shahih dan Sunan mereka kepada Syaikh mereka, Imam Ad-Darimi.
Persaksian Emas Para Ulama
Pujian Imam Ahmad, kesaksian 4 Huffazh Dunia, dan ketetapan Abu Hatim
"حُفَّاظُ الدُّنْيَا أَرْبَعَةٌ: أَبُو زُرْعَةَ بِالرَّيِّ، وَمُسْلِمٌ بِالنَّيْسَابُورِ، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بِسَمَرْقَنْدَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بِبُخَارَى"
"Penghafal hadits dunia (*Huffazh ad-Dunya*) itu ada empat poros: Abu Zur'ah di ar-Ray, Muslim bin al-Hajjaj di Naisabur, Abdullah bin Abdurrahman (Ad-Darimi) di Samarkand, dan Muhammad bin Isma'il (Al-Bukhari) di Bukhara."
— Muhammad bin Basysyar (Bundar)"Aku telah melihat Ibnu Hanbal, Ishaq bin Rahuyah, Ibnu al-Madini, dan Asy-Syadzakuni, tetapi aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih hafizh daripada Abdullah bin Abdurrahman ad-Darimi!"
"Al-Bukhari paling berilmu di Iraq, Muhammad bin Yahya di Khurasan, Muhammad bin Aslam paling wara', dan Abdullah bin Abdurrahman adalah orang yang paling tsabit (paling valid & kokoh sanadnya) di antara mereka!"
"Tatkala ditanya mengenai sosok Abdullah bin Abdurrahman ad-Darimi, Imam Ahmad bin Hanbal menjawab dengan satu kata agung penuh ketegasan: '(Ad-Darimi) adalah seorang IMAM.'"
"Wahai segenap penduduk Khurasan, selagi Abdullah bin Abdurrahman masih hidup di tengah-tengah kalian, janganlah kalian menyibukkan diri mencari ilmu dari selain dirinya!"
"Abdullah bin Abdirrahman ad-Darimi adalah imam panutan kami yang terpercaya."
"Abdullah adalah puncak kecerdasan dan konsistensi beragama, teladan dalam kesantunan (*hilm*), keilmuan, hafalan, ibadah, dan kezuhudan."
Hasil Karya & Warisan Monumental
Kitab Sunan Ad-Darimi yang melegenda dan literatur sanad tingkat tinggi
1. Sunan Ad-Darimi (Al-Musnad al-Jami')
Karya agung paling masyhur beliau yang memuat ribuan hadits dengan sistematika fiqih dan muqaddimah manhaj yang sangat berbobot. Sebagian ulama besar hadits (seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dan Al-Iraqi) bahkan memandang Sunan Ad-Darimi lebih layak menduduki posisi kitab ke-6 dalam Kutubus Sittah karena tingginya keshahihan sanadnya dan minimnya perawi dla'if di dalamnya.
Kitab Tsulutsiyat
Kumpulan hadits-hadits dengan sanad tingkat tinggi (*'uluw*) di mana hanya ada 3 perantara antara Ad-Darimi dengan Rasulullah ﷺ.
Kitab Al-Jami'
Koleksi hadits komprehensif yang menghimpun bab-bab aqidah, ibadah, adab, dan muamalah.
Kitab At-Tafsir
Tafsir ayat-ayat Al-Qur'an berdasarkan riwayat atsar shahabat dan tabi'in.
Wafatnya Sang Mutiara Samarkand
Kembalinya Al-Imam pada Hari Tarwiyah & Pemakaman Hari Arafah 255 H
Setelah 75 tahun mempersembahkan hidupnya untuk menegakkan sunnah Nabi ﷺ, Imam Ad-Darimi menghembuskan nafas terakhirnya pada momen yang sangat diberkahi: hari Kamis sore (setelah ashar), bertepatan dengan Hari Tarwiyah, 8 Dzulhijjah tahun 255 Hijriah dalam usia 75 tahun. Jenazah beliau yang mulia dikebumikan keesokan harinya pada hari Jum'at (Hari Arafah, 9 Dzulhijjah 255 H).
رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى رَحْمَةً وَاسِعَةً وَأَسْكَنَهُ فَسِيحَ جَنَّاتِهِ
"Semoga Allah Ta'ala senantiasa melimpahkan rahmat seluas-luasnya kepada beliau, membalas seluruh pengorbanan dan hafalannya, serta menempatkannya di derajat tertinggi kaum shalihin."
Uji Pemahaman (Kuis Singkat)
Asah wawasan seputar biografi dan keistimewaan Imam Ad-Darimi
1. Menurut kesaksian Muhammad bin Basysyar (Bundar), siapakah 4 tokoh penghafal dunia (Huffazh ad-Dunya)?
2. Tiga penulis kitab Kutubus Sittah yang berguru langsung dan banyak meriwayatkan hadits dari Imam Ad-Darimi adalah...
3. Pada hari bersejarah apakah Imam Ad-Darimi wafat dan dimakamkan pada tahun 255 H?