Decorative Leaves Header Left
Decorative Islamic Element Header

Biografi Imam Bukhari

Oktober 22, 2026 saira54persen
Biografi Lengkap Imam Bukhari: Amirul Mukminin fil Hadits & Penulis Shahih Bukhari — SAIRA 54% Islam
Biografi Lengkap Imam Al-Bukhari
AMIRUL MUKMININ FIL HADITS Kitab Terotentik Setelah Al-Qur'an Waktu Baca: ~9 Menit
أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ فِي الْحَدِيثِ الإمام البخاري رحمه الله

Biografi Lengkap Imam Bukhari: Puncak Keagungan Ilmu Hadits Sepanjang Zaman

Kisah agung sang yatim dari Bukhara, Muhammad bin Isma'il al-Bukhari (194–256 H). Dari karomah sembuhnya kebutaan di masa kecil, ketajaman hafalan tanpa tanding, berguru kepada 1.080 ahlul hadits, hingga menyusun kitab paling shahih di muka bumi: Al-Jami' ash-Shahih.

Kelahiran

13 Syawwal 194 H

Bukhara (Jum'at)

Wafat

Malam Idul Fitri 256 H

Khartand (Usia 62 Th)

Karya Utama

Shahih Al-Bukhari

7.563 Hadits Terpilih

Jumlah Guru

1.080 Guru

Semuanya Ahlul Hadits

Bagian 1

Pertumbuhan & Nasab Beliau

Nama Lengkap:

Muhammad bin Isma'il bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah

Kuniyah & Gelar:

Abu Abdillah (أَبُو عَبْدِ اللَّهِ)

Kelahiran:

Jum'at ba'da Shalat Jum'at, 13 Syawwal 194 H

Tempat Lahir:

Bukhara (Kawasan Asia Tengah / Uzbekistan)

Nisbah Al-Ju'fi (الْجُعْفِيُّ)

Merupakan nisbah bangsa Arab (*Nisbah Arabiyyah*). Kakek kedua beliau, Al-Mughirah, memeluk Islam berkat bimbingan dan dakwah gubernur Bukhara, Al-Yaman Al-Ju'fi. Maka nisbah beliau kepada Al-Ju'fi adalah nisbah perwalian (*nisbah wala'*).

Nisbah Al-Bukhari (الْبُخَارِيُّ)

Penisbatan kepada kota tempat kelahiran sang imam, yakni kota Bukhara, sebuah pusat perdagangan dan keilmuan Islam yang masyhur di seberang Sungai Jihun (*Ma Wara'an Nahr*).

Tumbuh Sebagai Yatim dengan Bekal Harta Halal Ayah

Bukhari dididik dalam keluarga yang mencintai ilmu. Ayahnya, Isma'il, adalah seorang ahli hadits bermadzhab Maliki yang pernah berjumpa Hammad bin Zaid, Abdullah bin Al-Mubarak, serta mendengar langsung dari Imam Malik. Sang ayah wafat ketika Bukhari masih belia, sehingga ia diasuh sang ibu tercinta dalam kondisi yatim.

Sebelum wafat, ayah Imam Bukhari berwasiat dengan penuh keimanan: "Aku tidak mengetahui satu dirham pun dari hartaku berasal dari barang yang haram, dan begitu juga satu dirham pun hartaku bukan dari perkara yang syubhat." Harta yang bersih inilah yang menjadi berkah penopang utama Imam Bukhari dalam mengarungi samudra ilmu.

Karomah Masa Kecil: Doa Sang Ibu & Kesembuhan Kebutaan

Ketika masih kecil, kedua mata Bukhari mengalami kebutaan total. Sang ibu dengan linangan air mata terus-menerus memanjatkan doa kepada Allah SWT. Suatu malam, sang ibu bermimpi melihat Khalilullah Nabi Ibrahim 'Alaihis salam berkata kepadanya:

"Wahai ibu, sesungguhnya Allah telah memulihkan penglihatan putramu karena banyaknya doa yang kamu panjatkan kepada-Nya."

Keesokan paginya, sang ibu mendapati penglihatan putra kecilnya telah sembuh total secara sempurna. Ini merupakan karunia dan kemuliaan besar yang Allah anugerahkan kepada Imam Bukhari sejak usia dini.

Bagian 2

Kecerdasan & Kejeniusan yang Menakjubkan

Kecerdasan dan ketajaman daya hafalan Imam Bukhari telah memukau orang-orang sejak beliau masih kanak-kanak. Allah menganugerahkan kepadanya hati yang bersih, daya tangkap laksana kilat, serta ingatan yang tidak pernah pudar.

USIA 11 TAHUN

Mengoreksi Kekeliruan Sanad Guru Hadits Ad-Dakhili

Bukhari mulai menghafal hadits sejak di sekolah baca-tulis pada umur 10 tahun atau kurang. Suatu hari saat menghadiri majelis Syaikh Ad-Dakhili, sang guru membacakan sanad: 'Sufyan meriwayatkan dari Abu Zubair dari Ibrahim.'

Bukhari kecil memberanikan diri menyela: 'Sesungguhnya Abu Zubair tidak meriwayatkan dari Ibrahim.' Sang guru sempat menghardiknya, namun Bukhari berkata dengan sopan: 'Kembalikanlah kepada kitab sumber aslinya jika Anda punya.' Sang guru masuk ke rumah memeriksa catatannya, lalu keluar seraya bertanya kagum: 'Bagaimana kamu bisa tahu wahai anak muda?'

Bukhari menjawab: 'Dia adalah Az-Zubair. Nama aslinya Ibnu 'Adi yang meriwayatkan hadits dari Ibrahim.' Sang guru langsung mengambil pena membenarkan catatannya dan mengakui kebenaran sang murid cilik berusia 11 tahun tersebut.

KESAKSIAN HASHID BIN ISMA'IL

Menghafal Belasan Ribu Hadits di Luar Kepala Tanpa Kertas

Hasyid bin Isma'il menuturkan: Bukhari kecil ikut bersama mereka menghadiri majelis para masyaikh di Bashrah selama berhari-hari tanpa pernah mencatat sebaris kata pun. Pada hari ke-6, rekan-rekannya mencela sikap Bukhari yang dianggap membuang waktu.

Bukhari menjawab: "Kalian telah banyak mencela saya, sekarang keluarkanlah catatan hadits yang telah kalian tulis!" Rekan-rekannya mengeluarkan seluruh catatan mereka. Bukhari pun melantunkan seluruh hadits tersebut dari ingatannya di luar kepala, bahkan menambahkan 15.000 (lima belas ribu) hadits baru yang belum mereka catat! Akhirnya seluruh rekan sekelasnya mengoreksi buku catatan mereka berpedoman pada hafalan ajaib Imam Bukhari.
Bagian 3

Permulaan Menuntut Ilmu

Aktivitas menuntut ilmu Imam Bukhari dimulai jauh sebelum usia baligh. Beliau menghafal Al-Qur'an dan kitab-kitab para ulama terkemuka. Buku pertama yang beliau hafal adalah karya Abdullah bin Al-Mubarak dan buku Waki' bin Al-Jarrah dalam masalah sunan dan kezuhudan, di samping mendalami fikih dan pendapat para ulama.

Menafkahkan 500 Dirham Setiap Bulan Demi Ilmu

Beliau bertutur: "Aku menghabiskan setiap bulan sebanyak 500 dirham untuk pembiayaan menuntut ilmu, dan apa yang ada di sisi Allah itu jauh lebih baik dan lebih kekal." Beliau tidak pernah sayang mengeluarkan hartanya demi mendapatkan sanad hadits yang mulia.

Bagian 4

Rihlah Ilmiah Menjelajahi Dunia Islam

Rihlah (pengembaraan ilmiah) merupakan ciri paling mencolok dari tradisi para *Ahlul Hadits*. Imam Bukhari memulai safar pertamanya pada tahun 210 Hijriah saat berusia 16 tahun, ketika menunaikan ibadah haji bersama ibunda dan saudara tuanya (Ahmad). Beliau kemudian menetap di Makkah dan Madinah untuk mendalami hadits.

"Aku memasuki Syam, Mesir, dan Al-Jazirah sebanyak dua kali; ke Bashrah sebanyak empat kali; tinggal di Hijaz (Makkah & Madinah) selama beberapa tahun; dan aku tidak bisa menghitung berapa kali aku memasuki kawasan Kufah dan Baghdad bersama para muhadditsin."
1. Khurasan & wilayah sekitarnya
2. Bashrah 4 Kali Kunjungan
3. Kufah Tak Terhitung Kali
4. Baghdad Pusat Majelis Akbar
5. Hijaz Makkah & Madinah
6. Syam 2 Kali Kunjungan
7. Al-Jazirah Sekitar Dajlah & Eufrat
8. Mesir 2 Kali Kunjungan
Bagian 5

1.080 Guru & Murid-Murid Generasi Emas

Imam Bukhari bertutur: "Aku telah menulis hadits dari sekitar 1.080 jiwa, yang seluruhnya adalah ahlul hadits." Di antara guru terkemuka beliau:

1 Abu 'Ashim An-Nabil
2 Makki bin Ibrahim (Guru Hadits Tsulatsiyyat)
3 Muhammad bin 'Isa bin Ath-Thabba'
4 Ubaidullah bin Musa
5 Muhammad bin Salam Al-Baikandi
6 Ahmad bin Hanbal (Imam Mazhab Hanbali)
7 Ishaq bin Manshur
8 Khallad bin Yahya bin Shafwan
9 Ayyub bin Sulaiman bin Bilal
10 Ahmad bin Isykab
Bagian 6

Karakter Ibadah, Khusyu' & Wara'

Meskipun sangat sibuk meneliti sanad hadits, Imam Bukhari adalah hamba yang mengamalkan ilmunya secara nyata. Terpancar pada dirinya kepribadian wali shalih yang kharismatik, penuh khusyu', wara', tawadhu', dan kedermawanan.

Shalat Sahur 13 Raka'at

Muhammad bin Abi Hatim menuturkan: "Beliau selalu melaksanakan shalat di waktu sahur sebanyak 13 raka'at, dan menutupnya dengan melaksanakan shalat witir 1 raka'at."

Khatam Qur'an di Bulan Ramadhan

Di malam pertama bulan Ramadhan, murid-muridnya berkumpul dan beliau memimpin shalat mereka. Di setiap raka'at beliau membaca 20 ayat, hingga mengkhatamkan Al-Qur'an secara tartil.

Bagian 7

Persaksian Emas Para Tokoh Ulama

Abu Bakar Ibnu Khuzaimah

"Di kolong langit ini, tidak ada orang yang lebih mengetahui hadits dari Muhammad bin Isma'il."

Imam Ahmad bin Hanbal

"Khurasan tidak pernah melahirkan orang yang seperti Muhammad bin Isma'il."

Qutaibah bin Sa'id

"Aku bermajelis dengan para ahli fikih, orang-orang zuhud, dan ahli ibadah, tetapi aku tidak pernah melihat orang yang seperti Muhammad bin Isma'il. Dia pada zamannya laksana 'Umar di kalangan para sahabat. Kalau seandainya Muhammad bin Isma'il adalah sahabat Nabi, niscaya ia merupakan ayat (tanda kebesaran Allah)."

Imam Muslim bin al-Hajjaj (Penulis Shahih Muslim)

Ketika Imam Bukhari menyingkap satu 'illat (cacat tersembunyi) hadits yang tidak diketahui siapa pun, Imam Muslim bersimpuh takzim seraya berkata:
"Biarkan saya mencium kedua kaki Anda, wahai gurunya para guru, pemimpin para ahli hadits, dan dokter hadits dalam masalah 'illat-hadits!"

Abu Hatim ar-Razi

"Khurasan belum pernah melahirkan putra yang hafal hadits melebihi Muhammad bin Isma'il, juga belum pernah ada orang dari kota tersebut menuju Irak yang melebihi kealimannya."

Bundar (Muhammad bin Basysyar)

"Belum ada seorang lelaki pun yang memasuki Bashrah yang lebih mengetahui hadits daripada saudara kami Abu Abdillah."

Al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani (Fathul Bari)

"Andaikan pintu pujian dan sanjungan kepada Bukhari masih terbuka bagi generasi sesudahnya, tentu habislah semua kertas dan nafas. Ia bagaikan lautan tak bertepi."

Bagian 8

20 Hasil Karya Monumen & Wafat Beliau

Daftar 20 Kitab Karya Imam Bukhari:

1 Al-Jami' ash-Shahih (Shahih Al-Bukhari)
2 Al-Adab al-Mufrad (Adab & Akhlak)
3 At-Tarikh ash-Shaghir
4 At-Tarikh al-Awsath
5 At-Tarikh al-Kabir
6 At-Tafsir al-Kabir
7 Al-Musnad al-Kabir
8 Kitab al-'Ilal
9 Raf'ul Yadain fi ash-Shalah
10 Birrul Walidain (Bakti Orang Tua)
11 Kitab al-Asyribah
12 Al-Qira'ah Khalfa al-Imam
13 Kitab adh-Dhu'afa
14 Usami ash-Shahabah
15 Kitab al-Kuna
16 Al-Hibah
17 Al-Wihdan
18 Al-Fawa'id
19 Qadhaya ash-Shahabah wa at-Tabi'in
20 Masyikhah
MALAM IDUL FITRI 256 H

Wafatnya Sang Amirul Mukminin fil Hadits di Khartand

Imam Bukhari keluar menuju Samarkand. Tiba di Khartand, sebuah desa kecil sebelum Samarkand, beliau singgah mengunjungi kerabatnya. Di sana beliau jatuh sakit selama beberapa hari, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada:

"Hari Sabtu malam, tanggal 31 Agustus 870 M (Malam Idul Fitri 256 H), dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Beliau dimakamkan selepas shalat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri."

رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى رَحْمَةً وَاسِعَةً وَرَضِيَ عَنْهُ وَأَسْكَنَهُ فَسِيحَ جَنَّاتِهِ

"Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya yang tak terhingga, meridhai beliau, dan menempatkannya di surga-Nya yang paling mulia."

Uji Pemahaman Biografi

Kuis interaktif seputar Imam Bukhari

Skor: 0/3

1. Pada umur berapakah Imam Bukhari mengoreksi kekeliruan sanad Syaikh Ad-Dakhili?

2. Siapakah ulama besar murid beliau yang ingin mencium kedua kaki Imam Bukhari?

3. Pada malam apakah Imam Bukhari wafat pada tahun 256 H?

© SAIRA 54% Islam • Khazanah Biografi Shahih & Tokoh Hadits.

•