Pertumbuhan & Nasab Beliau
Silsilah Nama Beliau Menurut Ahli Tarikh:
Nama Abu Daud adalah Sulaiman bin al-Asy'ats bin Syadad bin 'Amru bin 'Amir.
Sulaiman bin al-Asy'ats bin Basyar bin Syadad.
Sulaiman bin al-Asy'ats bin Ishaq bin Basyir bin Syadad. Diperkuat oleh Abu Bakr Al-Khathib dalam kitab Tarikh Baghdad dengan menyematkan untaian gelar kemuliaan beliau:
"Ibnu 'Amru bin 'Imran al-Imam, Syaikh as-Sunnah, Muqaddimu al-Huffazh, Abu Daud al-Azadi as-Sijistani, Muhaddits Bashrah."
Merupakan penisbatan kepada Azd, yaitu qabilah besar dan termasyhur dari bangsa Arab yang bermukim di daerah Yaman.
Penisbatan kepada daerah Sijistan (sekarang wilayah Sistan di Afghanistan/Iran timur), salah satu pusat peradaban dan keilmuan Islam ternama di masa Khilafah Abbasiyah.
Tahun Kelahiran Beliau (202 Hijriah)
Para ulama tidak menyebutkan secara rinci tanggal dan bulan kelahiran beliau. Beliau dilahirkan pada tahun 202 Hijriah. Hal ini disandarkan langsung pada penuturan murid beliau, Abu 'Ubaid Al-Ajuri, yang mendengar dari lisan Imam Abu Daud sendiri: "Aku dilahirkan pada tahun 202 Hijriah."
Aktifitas Beliau dalam Menimba Ilmu
Ketika menelisik biografi Imam Abu Daud, tampak jelas bahwa semenjak usia dini beliau telah dianugerahi keistimewaan yang luar biasa dari Allah Subhanahu wa Ta'ala berupa kecerdasan, kepandaian, dan ketajaman daya hafal (kejeniusan). Lingkungan sekitarnya yang religius dan sarat kajian ilmu turut memiliki andil besar dalam membentuk karakter keilmuannya.
"Beliau semenjak kecil memfokuskan diri untuk mempelajari ilmu hadits. Kesempatan emas itu beliau manfaatkan untuk menyimak dan mendengarkan hadits di negerinya, Sijistan dan daerah-daerah sekitarnya. Kemudian beliau memulai rihlah ilmiah keliling dunia Islam saat menginjak umur delapan belas tahun."
Menghafal & Menulis Lebih dari 500.000 Hadits
Dengan kesungguhan luar biasa berkeliling ke berbagai belahan dunia Islam, beliau berhasil mengumpulkan dan menghafal setengah juta hadits atau bahkan lebih. Kumpulan hafalan raksasa ini menjadi modal utama lahirnya kitab-kitab induk yang menjadi sandaran umat Islam hingga saat ini.
Rihlah Ilmiah Menjelajahi Dunia Islam
Imam Abu Daud adalah salah satu imam yang terkenal paling aktif mengarungi safar panjang demi mengejar hadits Nabi yang tersimpan di dada para Kibarul Muhadditsin (para ulama besar hadits yang tsiqah dan amanah). Beliau mencontoh tradisi para ulama salaf terdahulu sebelum genap berusia 18 tahun.
Daerah Islam pertama yang beliau masuki untuk berguru hadits.
Beliau datangi setahun setelah Baghdad untuk mendalami riwayat ulama Kufah.
Tinggal di sana, mendengar banyak hadits, dan kelak menjadi tempat wafat beliau.
Menjelajahi Damsyiq (Damaskus), Himsh, hingga Halb (Aleppo).
Masuk ke daerah Haran dan meriwayatkan hadits dari penduduknya.
Mendengar hadits dari ulama Makkah saat menunaikan ibadah haji.
Menemui para muhaddits ternama di tanah para anbiya.
Mengunjungi Naisabur, Harrah, dan mendengar hadits di Baghlan.
Pusat transmisi hadits di wilayah utara Persia.
Tempat asal beliau yang sering dikunjungi kembali di sela perjalanannya.
Guru-Guru & Murid-Murid Beliau
Di antara guru-guru beliau yang termaktub di dalam kitab As-Sunan:
Di antara murid-murid besar beliau yang menyebarkan keilmuannya:
Persaksian & Sanjungan Para Ulama
"Abu Daud adalah tsiqah (sangat terpercaya dalam meriwayatkan hadits)."
"Imam Abu Daud adalah imam yang dikedepankan pada zamannya."
"Abu Daud merupakan salah satu imam dunia dalam bidang ilmu dan fiqih."
"Abu Daud diciptakan di dunia untuk hadits dan di akhirat untuk Syurga, dan aku tidak melihat seorangpun lebih utama daripada dirinya."
"Abu Daud adalah imam bidang hadits di zamannya tanpa ada keraguan."
"Hadits dilunakkan bagi Abi Daud sebagaimana besi dilunakkan bagi Nabi Daud 'alaihis salam."
"Para ulama telah sepakat memuji Abu Daud dan mensifatinya dengan ilmu yang melimpah ruah, kekuatan hafalan, sifat wara', keshalihan yang mendalam, serta pemahaman yang amat tajam dalam bidang hadits dan cabang-cabang keilmuan lainnya."
"Abu Daud dengan keimamannya dalam hadits dan ilmu-ilmu yang lainnya, termasuk dari ahli fiqih yang besar, maka kitabnya As-Sunan telah jelas membuktikan hal tersebut."
Sifat Kitab Sunan Abi Daud & 4 Hadits Poros Agama
Imam Abu Daud menyusun kitab masterpiece-nya di kota Baghdad. Prioritas utama dalam penyusunannya adalah masalah hukum-hukum fiqih praktis, sehingga kumpulan riwayatnya terfokus kuat pada hadits-hadits hukum yang menjadi landasan para mujtahid dan fuqaha.
Sebagaimana diungkapkan oleh Imam As-Suyuthi: "Bahwasanya Abu Daud hanya membatasi di dalam bukunya pada hadits-hadits yang berkaitan langsung dengan hukum saja."
Abu Bakar bin Dasah menuturkan penuturan langsung dari sang imam:
"Aku menulis dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebanyak 500.000 (lima ratus ribu) hadits, kemudian aku pilah-pilah dan aku letakkan dalam kitabku ini sebanyak 4.800 hadits. Aku sebutkan yang shahih, yang serupa dengannya, dan yang mendekati keshahihan."
4 Hadits Poros Penjaga Agama Menurut Imam Abu Daud
"Cukuplah bagi seseorang untuk menjaga agamanya dengan berpegang teguh terhadap empat hadits ini:"
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
"Segala perbuatan harus disertai dengan niat."
Menentukan diterima atau ditolaknya amal ibadah di hadapan Allah SWT.
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
"Meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat."
Indikator kesempurnaan Islam seseorang adalah memfokuskan energi pada hal berkah.
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
"Mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya."
Puncak persaudaraan mukmin sejati yang bersih dari rasa iri dan dengki.
إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ
"Yang halal itu sudah jelas dan yang haram itu jelas."
Menjaga hati dari perkara syubhat (samar) demi menjaga kehormatan dan agama.
Warisan Hasil Karya Intelektual Beliau
Karya yang Sampai kepada Kita:
Terdokumentasi dan dicetak secara luas
- 1 As-Sunan (Kitab Induk Hadits Fiqih)
- 2 Al-Marasil (Hadits-hadits Mursal)
- 3 Al-Masa'il (Fatwa Imam Ahmad bin Hanbal)
- 4 Ijabaatuhu 'an Su'alaati Abi 'Ubaid al-Ajuri
- 5 Risalatuhu ila Ahli Makkah
- 6 Tasmiyyatu al-Ikhwah alladziina Rawaa 'anhum
- 7 Kitab az-Zuhd (Penyucian Jiwa)
Kitab yang Hilang dari Peredaran:
Tercatat dalam riwayat namun naskahnya raib
- • Ar-Radd 'ala Ahli al-Qadar
- • An-Nasikh wal Mansukh
- • At-Tafarrud
- • Fadhla'ilu al-Anshar
- • Musnad Hadits Malik
- • Dala'ilu an-Nubuwwah
- • Ad-Du'aa'
- • Ibtidaa'u al-Wahyi
- • Akhbaru al-Khawarij
- • Ma'rifatu al-Awqaat
Wafatnya Syaikh as-Sunnah di Bashrah
Penuturan murid setia beliau, Abu 'Ubaid al-Ajuri:
"Imam Abu Daud meninggal pada hari Jum'at, tanggal 16 bulan Syawwal tahun 275 Hijriah, dalam usia 73 tahun. Beliau wafat dan dimakamkan di kota Bashrah (Busrah)."
رَحِمَهُ اللَّهُ رَحْمَةً وَاسِعَةً وَجَزَاهُ عَنِ الإِسْلَامِ وَالمُسْلِمِينَ خَيْرَ الجَزَاءِ
"Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya yang luas dan meridhai beliau, serta membalas jasanya bagi Islam dan kaum muslimin dengan sebaik-baik balasan."
Uji Pemahaman Singkat
Seberapa baik Anda mengenal Imam Abu Daud?
1. Pada tahun berapakah Imam Abu Daud dilahirkan?
2. Berapakah jumlah hadits yang dipilih beliau ke dalam Sunan Abi Daud dari 500.000 hadits?
3. Siapakah salah satu murid terkemuka beliau yang juga menyusun kitab Sunan?