Decorative Leaves Header Left
Decorative Islamic Element Header

Panduan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib: Keutamaan, Pembagian, serta Tata Cara Qobliyah dan Ba’diyah

September 29, 2026 saira54persen

Panduan Lengkap Shalat Sunnah Rawatib: Pembagian, Jumlah Rakaat, dan Keutamaannya

Shalat sunnah Rawatib merupakan salah satu amalan sunnah mu’akkad yang menempati kedudukan sangat istimewa dalam syariat Islam. Ibadah ini dikerjakan mengiringi shalat fardhu lima waktu, baik sebelum shalat wajib dilaksanakan (Qabliyah) maupun sesudahnya (Ba'diyah).

Selain berfungsi menyempurnakan celah kekurangan pada shalat fardhu, istiqomah menjaga shalat Rawatib merupakan sarana utama meraih keberkahan hidup serta jaminan istana megah di surga kelak.

Berdasarkan tingkat penekanan yang dicontohkan Rasulullah ﷺ, shalat sunnah Rawatib terbagi menjadi dua klasifikasi:

  • Rawatib Mu’akkad: Sangat dianjurkan dan hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi ﷺ.
  • Rawatib Ghairu Mu’akkad: Dianjurkan sebagai amalan pelengkap kebaikan, meskipun intensitas anjurannya di bawah mu’akkad.

1. Rincian Shalat Sunnah Rawatib Mu’akkad (Sangat Dianjurkan)

Total rangkaian ini mencakup 10 hingga 12 rakaat sehari semalam yang sangat ditekankan untuk dijaga secara konsisten:

• Qabliyah Subuh (2 Rakaat)

Dikerjakan 2 rakaat sebelum fardhu Subuh. Disebut juga dua rakaat fajar yang keutamaannya lebih baik daripada dunia beserta seluruh isinya (HR. Muslim).

• Qabliyah Dzuhur (2 atau 4 Rakaat)

Dikerjakan sebelum shalat Dzuhur sebanyak 2 atau 4 rakaat (dengan salam setiap dua rakaat) sebagai pembuka pintu rahmat di waktu tergelincirnya matahari.

• Ba'diyah Dzuhur (2 Rakaat)

Dikerjakan 2 rakaat tepat setelah salam shalat fardhu Dzuhur untuk menggenapkan keberkahan ibadah siang hari.

• Ba'diyah Maghrib (2 Rakaat)

Dikerjakan 2 rakaat setelah shalat fardhu Maghrib sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah di permulaan malam.

• Ba'diyah Isya (2 Rakaat)

Dikerjakan 2 rakaat setelah shalat fardhu Isya sebagai penyempurna rangkaian shalat sunnah harian sebelum beristirahat malam.

2. Rincian Shalat Sunnah Rawatib Ghairu Mu’akkad (Dianjurkan)

Amalan pelengkap berikut sangat dianjurkan untuk menambah tabungan kebajikan bagi yang memiliki kelapangan waktu:

• Qabliyah Ashar (2 atau 4 Rakaat)

Dikerjakan sebelum shalat fardhu Ashar dengan salam tiap 2 rakaat. Nabi ﷺ mendoakan rahmat bagi orang yang menunaikannya.

• Qabliyah Maghrib (2 Rakaat)

Dikerjakan ringan di antara waktu azan dan iqamah shalat Maghrib sebelum shalat wajib ditegakkan.

• Qabliyah Isya (2 Rakaat)

Dikerjakan 2 rakaat sebelum menunaikan shalat fardhu Isya di awal waktu malam.

• Ba'diyah Dzuhur Tambahan (2 Rakaat)

Menambahkan 2 rakaat setelah 2 rakaat ba'diyah mu'akkad, sehingga menggenapkannya menjadi total 4 rakaat setelah Dzuhur.

Keutamaan Agung: Sebuah Istana di Surga

Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari semalam, niscaya akan dibangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga." (HR. Muslim). Dua belas rakaat tersebut adalah: 2 rakaat sebelum Subuh, 4 rakaat sebelum Dzuhur, 2 rakaat sesudah Dzuhur, 2 rakaat sesudah Maghrib, dan 2 rakaat sesudah Isya.

Tabel Rangkuman Shalat Sunnah Rawatib

Waktu Shalat Sebelum Shalat (Qabliyah) Sesudah Shalat (Ba'diyah)
Subuh 2 Rakaat (Mu'akkad) Tidak ada
Dzuhur 2 atau 4 Rakaat (Mu'akkad) 2 Rakaat (Mu'akkad) + 2 (Ghairu Mu'akkad)
Ashar 2 atau 4 Rakaat (Ghairu Mu'akkad) Tidak ada
Maghrib 2 Rakaat (Ghairu Mu'akkad) 2 Rakaat (Mu'akkad)
Isya 2 Rakaat (Ghairu Mu'akkad) 2 Rakaat (Mu'akkad)

Semoga panduan ini dapat mempermudah kita dalam merutinkan amalan sunnah Rawatib sehari-hari. Mulailah secara bertahap dari yang mu’akkad, jaga keistiqomahan, dan jemput janji naungan istana di surga-Nya kelak.